Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

ALL Pack Surabaya 2026 Pamerkan Mesin Cetak Kemasan Teknologi Terbaru

ALL Pack Surabaya 2026 Pamerkan Mesin Cetak Kemasan Teknologi Terbaru
ALL Pack Surabaya 2026 Pamerkan Mesin Cetak Kemasan Teknologi Terbaru. (Ilustrasi: AI)

SURABAYA — Pameran ALL Pack Surabaya 2026 resmi membuka pintu bagi para pelaku industri di Grand City Convex Surabaya sejak 1 hingga 4 Juli 2026. Ajang internasional ini menjadi magnet bagi perusahaan manufaktur yang ingin menjajal langsung inovasi teknologi pengolahan dan mesin cetak kemasan generasi terbaru.

Sebanyak 120 peserta dari sepuluh negara ikut ambil bagian dalam pameran ini. Mereka tidak sekadar memajang brosur, tetapi mendemonstrasikan mesin produksi yang mengadopsi sistem otomatisasi hingga perangkat Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan presisi di lini produksi.

Pergeseran Fungsi Kemasan di Era Modern

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyoroti perubahan signifikan dalam cara pandang pelaku usaha terhadap produk mereka. Kemasan kini tak lagi dianggap sebagai pelindung barang semata, melainkan sudah bertransformasi menjadi identitas utama sebuah merek di pasar yang semakin kompetitif.

“Kemasan telah berkembang menjadi identitas produk. Kami optimistis pameran ini menjadi momentum dunia usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mempercepat adopsi teknologi,” ujar Daud saat membuka gelaran tersebut.

Di lapangan, pengunjung bisa melihat langsung proses kerja mesin yang mampu mencetak kemasan dengan desain rumit secara instan. Integrasi AI pada mesin-mesin tersebut memungkinkan deteksi kesalahan cetak secara real-time, sebuah fitur yang sangat dicari oleh industri farmasi dan kosmetik yang membutuhkan standar akurasi tinggi.

Adaptasi Regulasi dan Kesadaran Lingkungan

Pemerintah turut menekan pentingnya adaptasi teknologi yang sejalan dengan kelestarian lingkungan. Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian, Afrizal Haris, menegaskan bahwa pelaku usaha kini dituntut untuk lebih adaptif terhadap dinamika perdagangan global.

Setiap produk kemasan kini wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tak hanya soal keamanan bagi konsumen, aspek keberlanjutan atau daur ulang menjadi poin utama yang dinilai dalam setiap inovasi baru. Produk yang dipamerkan tahun ini mencakup berbagai solusi logistik, mulai dari bahan plastik yang ramah lingkungan hingga kertas dengan teknologi pengolahan mutakhir.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda