Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Dampak Negatif Aplikasi Pelacak Kebugaran: Pemicu Stres dan Rasa Malu

Dampak Negatif Aplikasi Pelacak Kebugaran
Dampak Negatif Aplikasi Pelacak Kebugaran. (Ilustrasi: AI)

Saat target tidak tercapai, rasa gagal yang muncul justru memicu stres psikologis, yang jika berlangsung lama, berpotensi mengganggu kesehatan mental secara keseluruhan.

Pengembang aplikasi diharapkan mulai melirik pendekatan yang lebih manusiawi. Daripada sekadar berfokus pada jumlah kalori yang hilang, aplikasi kesehatan mestinya memprioritaskan motivasi intrinsik. Artinya, kesenangan dalam berolahraga dan kepuasan diri dalam menjalani hidup sehat harus menjadi indikator keberhasilan utama, bukan sekadar angka di atas timbangan atau layar ponsel.

Lucy Porter, salah satu penulis riset dari UCL, menambahkan bahwa perasaan malu dan sengsara terbukti tidak efektif dalam mendukung perubahan perilaku yang sehat. “Kita perlu mencari tahu cara mengadaptasi aplikasi kebugaran agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan manusia yang kompleks, bukan malah membuat pengguna merasa putus asa,” pungkasnya.

Meski riset ini hanya memotret pengalaman pengguna yang bersentimen negatif, temuannya memberikan perspektif baru. Aplikasi pelacak kebugaran mungkin punya banyak manfaat, tetapi bijak dalam menggunakannya—tanpa harus terobsesi pada target yang kaku—adalah kunci utama menjaga kesejahteraan emosional tetap terjaga.

Ringkasan Temuan Riset

  • Riset menganalisis 13.799 unggahan negatif terkait aplikasi kebugaran melalui AI.
  • Algoritme yang kaku sering menetapkan target yang tidak masuk akal dan memicu rasa malu.
  • Peneliti menyarankan pergeseran fokus aplikasi ke arah motivasi intrinsik dan kesehatan holistik.
Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda