Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo dan Modi Sepakat Kembangkan Pelabuhan Sabang

Prabowo dan Modi Sepakat Kembangkan Pelabuhan Sabang
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai penghubung maritim strategis antara Indonesia dan India dalam kunjungan kenegaraan. Foto: Wikimedia Commons

JAKARTA — Pelabuhan Sabang akan menjadi penghubung strategis baru menghubungkan Indonesia dan India. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati pengembangan pelabuhan tersebut saat Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Selasa (7/7/2026).

Komitmen ini bukan sekadar simbolis. Prabowo menekankan dukungan penuh untuk membangun konektivitas maritim antara Pelabuhan Sabang dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar, guna memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan hubungan antarmasyarakat.

“Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar, India, serta pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara kedua wilayah,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.

Kesepakatan Lebih Luas dari Sekadar Maritim

Kunjungan Modi menghasilkan 16 perjanjian kerja sama bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis. Tidak hanya maritim, kedua negara juga menyepakati penguatan di bidang pertahanan, teknologi angkasa, energi, kesehatan, dan budaya.

Prabowo menganggap kedekatan geografis kedua negara sebagai aset berharga. “Kedekatan geografis kedua negara menjadi modal besar untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor,” katanya. Penguatan konektivitas maritim sendiri diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas barang dan jasa, tetapi juga mempererat hubungan sosial-budaya antara rakyat Indonesia dan India.

Dari Pelabuhan hingga Rudal Pertahanan

Dokumen kerja sama yang ditandatangani mencakup perpanjangan Framework Agreement antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Indian Space Research Organisation (ISRO) tentang eksplorasi antariksa untuk tujuan damai. Selain itu, ada pula perpanjangan protokol kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.

Dalam sektor pertahanan, kedua negara menandatangani kontrak pembelian rudal supersonik BrahMos antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI, yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Modi. Juga diteken kerja sama pertahanan terkait rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Prabowo menekankan komitmen kedua negara dalam penguatan keamanan bersama. “Seiring makin meningkatnya isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, hingga infrastruktur digital,” jelasnya.

Kolaborasi Budaya dan Kesehatan

Melengkapi kesepakatan maritim dan pertahanan, Indonesia dan India juga sepakat memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelestarian warisan budaya. Salah satunya adalah kerja sama restorasi Candi Prambanan, warisan budaya dunia yang menjadi simbol persahabatan kedua negara.

Kesepakatan kesehatan mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui Implementing Arrangement yang telah diteken. Prabowo yakin langkah-langkah ini akan membuka peluang ekonomi baru di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

India Lihat Peluang Ekonomi Biru

PM Modi menyambangi perkembangan ini dengan antusiasme. Sebagai dua negara maritim yang berdekatan, Modi melihat potensi luar biasa untuk memperluas kolaborasi. “Sebagai negara maritim yang berdekatan, kami juga menyepakati untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi biru, pembangunan pelabuhan, dan perdagangan maritim,” ujarnya.

Modi juga menyebutkan kemitraan baru dalam sektor mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja, serta pengimplementasian sistem pembayaran India di Indonesia untuk memudahkan transaksi bilateral. Menurutnya, penguatan kerja sama ini akan mendukung agenda pembangunan kedua negara sekaligus membuka peluang investasi baru di kawasan.

Dampak Nyata bagi Indonesia

Bagi Indonesia, pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai simpul logistik maritim strategis memiliki signifikansi ekonomi dan geopolitik. Pelabuhan ini dapat menjadi titik sentuh penting bagi rute perdagangan antara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Dengan dukungan India dan akses ke Kepulauan Andaman-Nikobar, Indonesia membuka peluang investasi infrastruktur yang substansial.

Di sisi pertahanan, akuisisi sistem rudal BrahMos menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan maritim di era persaingan geopolitik regional yang ketat. Kepemilikan rudal jelajah canggih ini memperkuat postur defensif Indonesia di selat-selat strategis.

Prabowo mengakhiri pidatonya dengan ajakan untuk melangkah bersama. “Marilah kita terus melangkah bersama membangun kemitraan yang semakin kokoh demi masa depan yang lebih sejahtera bagi rakyat Indonesia dan India.” Momentum kunjungan kenegaraan Modi diharapkan menjadi titik awal implementasi nyata dari 16 kesepakatan tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda