JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Stimulus transportasi yang dijalankan pemerintah pada semester II 2026 mulai menunjukkan hasil nyata. Hingga awal Juli, program diskon dan insentif di sektor kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga penerbangan domestik telah mendorong mobilitas masyarakat dan mempercepat perputaran ekonomi di daerah.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan kebijakan yang digulirkan bertepatan dengan masa libur sekolah itu langsung terasa di lapangan. Ia menyebut masyarakat mendapat kemudahan biaya perjalanan, sementara pelaku usaha di sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa ikut merasakan efek ikutannya.
“Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan agar masyarakat lebih mudah dan terjangkau dalam bepergian. Dampaknya, aktivitas perdagangan, pariwisata, dan usaha di daerah ikut bergerak. Hingga awal Juli ini, realisasinya berjalan sangat baik dan tingkat penyerapan program oleh masyarakat tergolong optimal,” ujar Haryo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/7).
Kereta api jadi moda dengan serapan tertinggi
Dari seluruh moda yang mendapat stimulus transportasi, kereta api mencatat capaian paling menonjol. Diskon tarif 30 persen untuk perjalanan kereta api non-PSO dan non-perintis yang berlaku sejak 20 Juni sampai 5 Juli 2026 sudah dimanfaatkan 1.303.191 penumpang.
Jumlah itu melampaui target awal 1.174.624 penumpang atau setara 110 persen. Capaian tersebut juga tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp90,9 miliar untuk menopang 150 perjalanan reguler dan 26 perjalanan tambahan.
Angka itu memberi sinyal kuat bahwa insentif harga memang bekerja. Saat tiket lebih murah, masyarakat bergerak lebih cepat. Dan ketika kursi kereta terisi, efeknya tidak berhenti di stasiun. Hotel, rumah makan, transportasi lanjutan, sampai pedagang kecil di sekitar tujuan ikut menikmati arus penumpang yang naik.
Pelni dan penyeberangan ikut terdorong
Untuk angkutan laut, diskon 30 persen tarif dasar tiket kapal Pelni berjalan lebih panjang, yakni 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Hingga 6 Juli, realisasi penumpang sudah mencapai 481.503 orang atau 69 persen dari target 693.690 penumpang. Pemerintah telah mengalokasikan Rp46,9 miliar untuk skema ini.
Di layanan penyeberangan ASDP, pemerintah memberi pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang setara dengan potongan harga tiket sekitar 21,11 persen. Fasilitas ini berlaku untuk pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA di 14 pelabuhan utama. Sampai awal Juli, jumlah pengguna layanan mencapai 1.125.088 orang, mendekati target 1.206.585 penumpang atau 93,25 persen.
Komposisinya juga menarik. Ada 959.880 penumpang berkendaraan dan 165.208 pejalan kaki. Data ini menunjukkan stimulus transportasi tidak hanya dipakai untuk perjalanan antarpulau jarak jauh, tapi juga menopang mobilitas harian dan perjalanan keluarga selama musim liburan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.