Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Penguatan Hubungan RI-India Dinilai Buka Pasar Ekonomi Rakyat

Penguatan Hubungan RI-India Dinilai Buka Pasar Ekonomi Rakyat
Foto: Pradip Khan/Pexels

JAKARTA — Penguatan hubungan RI-India dinilai membuka jalan baru bagi ekonomi rakyat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut India sebagai pasar strategis yang bisa memberi ruang lebih besar bagi produk, investasi, dan talenta Indonesia.

Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta, Rabu, di sela pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka. Bagi Muhaimin, penguatan hubungan RI-India bukan sekadar urusan diplomasi. Ada taruhannya: akses pasar, peluang kerja, dan naiknya daya saing pelaku usaha kecil.

Pasar besar, peluang ikut melebar

Muhaimin menegaskan India punya nilai pasar strategis untuk Indonesia. Alasannya sederhana. Jumlah penduduk India disebut lebih dari satu miliar jiwa, sementara ekonominya juga terus bertumbuh.

Dengan skala sebesar itu, pasar India memberi peluang yang tidak kecil bagi produk Indonesia. Barang konsumsi, produk UMKM, jasa, sampai talenta muda bisa mendapat ruang baru bila jalur dagang dan kerja sama antarkedua negara berjalan lebih cair.

“India merupakan pasar yang sangat strategis bagi Indonesia. Semakin kuat hubungan kedua negara, semakin besar peluang bagi produk-produk masyarakat kita untuk masuk ke pasar internasional,” kata Muhaimin dalam keterangannya.

Ia menambahkan, manfaat hubungan tersebut tidak boleh berhenti di meja perundingan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan hasil diplomasi benar-benar terasa sampai ke lapisan bawah. “Ini bukan hanya tentang perdagangan antarnegara, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi ekonomi rakyat untuk berkembang,” ujarnya.

Hubungan RI-India dan dampak langsung ke masyarakat

Di titik ini, dampaknya mulai jelas. Bila akses pasar ke India terbuka lebih lebar, pelaku UMKM Indonesia berpeluang mencari pembeli baru di luar pasar domestik. Itu penting, terutama bagi usaha kecil yang selama ini bergantung pada daya beli lokal.

Efek lanjutannya bisa menyebar. Ketika ekspor bertambah, permintaan produksi ikut naik. Saat produksi naik, kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan distribusi juga bergerak. Dari situ, peluang kerja muncul. Bukan hanya di kota besar, tapi juga di daerah penghasil barang.

Muhaimin menyebut diplomasi ekonomi yang dibangun Presiden Prabowo harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata. Ia menekankan empat hal yang harus ikut terdorong: perluasan akses pasar, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Ketika pemerintah berhasil membuka akses ke pasar global, tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan peluang tersebut. Inilah makna pemberdayaan, yaitu menghadirkan kesempatan yang lebih besar agar masyarakat dapat tumbuh, naik kelas, dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Muhaimin.

Kenapa pertemuan Prabowo-Modi jadi penting

Pertemuan bilateral Prabowo dan Modi di Istana Merdeka memberi sinyal politik yang kuat. India bukan mitra biasa. Negara itu punya bobot ekonomi, pasar domestik yang sangat besar, dan pengaruh yang terus naik di kawasan Asia.

Dalam konteks Indonesia, hubungan yang lebih erat dengan India bisa membantu memperluas pasar ekspor sekaligus menarik investasi baru. Kalau mesin dagang bergerak, sektor yang paling cepat merasakan biasanya industri kecil-menengah, logistik, dan tenaga kerja terampil.

Penguatan hubungan RI-India juga punya nilai strategis bagi posisi Indonesia di pasar global. Di saat persaingan dagang makin ketat, akses ke negara berpenduduk besar seperti India bisa menjadi pembeda. Produk Indonesia tidak cukup hanya bagus. Produk itu juga harus punya pintu masuk.

Karena itu, pernyataan Muhaimin bisa dibaca sebagai dorongan agar diplomasi luar negeri tidak berhenti pada simbol persahabatan. Harus ada hasil yang konkret. Ada order baru, ada investor baru, ada peluang kerja baru. Kalau tidak, hubungan bagus hanya akan tinggal seremoni.

Dalam 7 hingga 30 hari ke depan, pembahasan lanjutan soal kerja sama ekonomi RI-India kemungkinan masih akan mengarah pada sektor-sektor yang cepat memberi dampak, seperti perdagangan, investasi, dan perluasan akses pasar bagi UMKM. Jika kesepahaman politik yang dibangun di level elite diterjemahkan ke perjanjian teknis, pelaku usaha kecil berpeluang melihat hasil awal lebih cepat dari perkiraan.

Muhaimin menutup dengan penekanan bahwa penguatan hubungan RI-India harus membuat masyarakat Indonesia ikut merasakan manfaatnya. “Semakin kuat hubungan kedua negara, semakin besar peluang bagi produk-produk masyarakat kita,” ujarnya.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda