JAKARTA — Penguatan hubungan RI-India dinilai membuka jalan baru bagi ekonomi rakyat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyebut India sebagai pasar strategis yang bisa memberi ruang lebih besar bagi produk, investasi, dan talenta Indonesia.
Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta, Rabu, di sela pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka. Bagi Muhaimin, penguatan hubungan RI-India bukan sekadar urusan diplomasi. Ada taruhannya: akses pasar, peluang kerja, dan naiknya daya saing pelaku usaha kecil.
Pasar besar, peluang ikut melebar
Muhaimin menegaskan India punya nilai pasar strategis untuk Indonesia. Alasannya sederhana. Jumlah penduduk India disebut lebih dari satu miliar jiwa, sementara ekonominya juga terus bertumbuh.
Dengan skala sebesar itu, pasar India memberi peluang yang tidak kecil bagi produk Indonesia. Barang konsumsi, produk UMKM, jasa, sampai talenta muda bisa mendapat ruang baru bila jalur dagang dan kerja sama antarkedua negara berjalan lebih cair.
“India merupakan pasar yang sangat strategis bagi Indonesia. Semakin kuat hubungan kedua negara, semakin besar peluang bagi produk-produk masyarakat kita untuk masuk ke pasar internasional,” kata Muhaimin dalam keterangannya.
Ia menambahkan, manfaat hubungan tersebut tidak boleh berhenti di meja perundingan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan hasil diplomasi benar-benar terasa sampai ke lapisan bawah. “Ini bukan hanya tentang perdagangan antarnegara, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi ekonomi rakyat untuk berkembang,” ujarnya.
Hubungan RI-India dan dampak langsung ke masyarakat
Di titik ini, dampaknya mulai jelas. Bila akses pasar ke India terbuka lebih lebar, pelaku UMKM Indonesia berpeluang mencari pembeli baru di luar pasar domestik. Itu penting, terutama bagi usaha kecil yang selama ini bergantung pada daya beli lokal.
Efek lanjutannya bisa menyebar. Ketika ekspor bertambah, permintaan produksi ikut naik. Saat produksi naik, kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan distribusi juga bergerak. Dari situ, peluang kerja muncul. Bukan hanya di kota besar, tapi juga di daerah penghasil barang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.