Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pertamina Tindak Tegas AMT atas Pelanggaran Prosedur Keselamatan

Pertamina Tindak Tegas AMT atas Pelanggaran Prosedur Keselamatan
Foto: dok: Pertamina

JAKARTA — Pertamina Patra Niaga menindak tegas pelanggaran prosedur keselamatan yang dilakukan seorang awak mobil tangki (AMT) setelah unggahan di media sosial memperlihatkan pengemudi itu merokok saat sedang bertugas mengemudikan mobil tangki.

Kasus ini langsung ditelusuri perusahaan, dan hasilnya menunjukkan pengemudi tersebut berasal dari perusahaan mitra transportir yang melayani operasional penyaluran di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).

Atas pelanggaran itu, perusahaan mitra transportir mengambil tindakan pemberhentian terhadap pengemudi yang bersangkutan. Pertamina Patra Niaga menyebut langkah itu bukan sekadar hukuman, melainkan penegakan disiplin agar seluruh pekerja dan mitra memahami bahwa prosedur keselamatan tidak bisa ditawar dalam aktivitas operasional energi.

Pelanggaran prosedur keselamatan langsung ditindak

Unggahan video atau foto di media sosial memang sering menjadi pintu awal pengungkapan pelanggaran di lapangan. Dalam kasus ini, respons Pertamina terbilang cepat. Perusahaan langsung melakukan penelusuran internal setelah konten tersebut beredar dan memastikan identitas pengemudi yang terekam dalam unggahan.

Hasil penelusuran itu memperjelas bahwa AMT yang dimaksud bukan pekerja Pertamina secara langsung, melainkan awak dari mitra transportir yang menjadi bagian dari rantai distribusi. Artinya, kendati status hubungan kerjanya berada di lini mitra, standar yang berlaku tetap sama ketatnya. Satu aturan. Tidak boleh ada celah.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa keselamatan adalah prinsip yang tidak dapat ditawar. “Tindakan tegas ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan pembinaan agar setiap pekerja maupun mitra memahami bahwa kepatuhan terhadap prosedur HSSE wajib dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Kitty.

Pernyataan itu menggarisbawahi satu hal yang sering kali luput dari perhatian publik: operasional distribusi energi bukan kerja biasa. Ada bahan mudah terbakar, ada kendaraan berat, ada titik bongkar muat, dan ada rangkaian risiko yang harus dijaga dari hulu ke hilir. Pelanggaran kecil bisa memicu risiko besar jika terjadi di lokasi atau waktu yang salah.

Kenapa kasus ini penting bagi publik

Bagi masyarakat, kasus seperti ini penting karena berkaitan langsung dengan rasa aman atas layanan energi yang dipakai sehari-hari. Mobil tangki bukan sekadar kendaraan logistik. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan pengemudi, petugas di lapangan, fasilitas distribusi, dan warga di sekitar jalur operasional.

Merokok saat mengemudikan mobil tangki jelas bertabrakan dengan disiplin keselamatan. Aspek ini terasa sederhana, tapi risikonya sangat konkret. Di area operasional energi, satu sumber api atau percikan saja bisa berujung fatal.

Karena itu, penindakan yang dilakukan Pertamina Patra Niaga memberi sinyal bahwa perusahaan ingin membangun budaya kerja yang lebih ketat, bukan sekadar merespons kegaduhan di media sosial.

Kebijakan seperti ini juga memberi pesan ke perusahaan mitra transportir lain. Standar HSSE harus berjalan konsisten, tidak hanya saat ada pengawasan langsung. Kalau disiplin longgar di satu titik, dampaknya bisa menjalar ke reputasi layanan, keselamatan aset, bahkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi nasional.

Peran mitra transportir dalam rantai distribusi energi

Dalam informasi yang disampaikan Pertamina, pengemudi yang melanggar prosedur keselamatan adalah awak mobil tangki dari perusahaan mitra transportir yang melayani operasional penyaluran di SPPBE. Detail ini penting karena menunjukkan bahwa sistem distribusi energi Pertamina tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan jaringan mitra kerja yang punya tanggung jawab operasional langsung di lapangan.

Di titik inilah kepatuhan menjadi kunci. Mitra transportir bukan sekadar penyedia kendaraan dan pengemudi. Mereka ikut membawa nama besar perusahaan dalam layanan energi yang sensitif. Begitu ada pelanggaran, sorotan publik bisa langsung melebar ke tata kelola keseluruhan.

Maka, tindakan pemberhentian terhadap pengemudi itu menjadi bentuk koreksi cepat agar rantai distribusi tetap steril dari perilaku yang berisiko.

Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menyampaikan informasi lewat media sosial. Laporan publik dinilai membantu perusahaan memperkuat budaya keselamatan di seluruh mata rantai penyaluran energi.

Ini menarik, karena di era pengawasan publik yang serba terbuka, perusahaan energi tidak bisa lagi hanya mengandalkan inspeksi internal. Kamera warga sering lebih cepat dari petugas.

Dampak langsung ke operasional dan kepercayaan publik

Soal utamanya bukan cuma soal seorang pengemudi yang diberhentikan. Yang lebih luas adalah bagaimana perusahaan memastikan setiap mitra tunduk pada standar yang sama. Jika penegakan seperti ini berjalan konsisten, dampaknya bisa terasa pada dua sisi sekaligus: operasional lebih tertib dan kepercayaan publik ikut terjaga.

Bagi konsumen, tindakan tegas semacam ini memberi rasa aman bahwa Pertamina masih menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam distribusi energi. Bagi industri, kasus ini jadi pengingat bahwa kepatuhan HSSE harus hadir sejak tahap rekrutmen, pelatihan, sampai pengawasan harian di lapangan. Tidak cukup dengan slogan. Harus terlihat di perilaku kerja.

Di industri energi, satu insiden kecil sering punya efek berantai. Reputasi bisa terdampak cepat, sementara pemulihan kepercayaan butuh waktu lebih panjang. Karena itu, langkah pemberhentian terhadap AMT yang melanggar prosedur keselamatan menjadi upaya untuk memutus risiko sejak awal dan menunjukkan bahwa pelanggaran di lapangan tidak akan dibiarkan.

Pertamina Patra Niaga menegaskan lagi bahwa kepatuhan terhadap prosedur HSSE wajib dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional. Pesannya sederhana, tapi keras: keselamatan bukan formalitas. Dan di sektor distribusi energi, satu pelanggaran bisa mengubah banyak hal dalam hitungan detik.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda