JAKARTA — Program Patra Jasa Mengajar kembali digelar PT Patra Jasa di SD Negeri Menteng Dalam 11 Pagi, Jakarta Selatan, pada Kamis (25/6). Tahun ini, program yang masuk rangkaian HUT ke-51 perusahaan itu melibatkan 53 Perwira Patra Jasa sebagai pengajar dan fasilitator.
Bagi siswa, kegiatan ini membuka akses belajar yang berbeda dari rutinitas kelas harian. Bagi perusahaan, program tersebut menjadi cara untuk memperluas manfaat pendidikan lewat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL, dengan sasaran utama generasi muda.
Berjalan tiga tahun, dari Bogor ke Bekasi lalu Jakarta
Program Patra Jasa Mengajar bukan kegiatan satu kali. Patra Jasa menyebut program ini sudah berjalan berkelanjutan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Sebelumnya, kegiatan serupa hadir di Bogor dan Bekasi. Pola itu menunjukkan bahwa Patra Jasa tidak menempatkan program pendidikan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai rangkaian yang terus dibawa ke berbagai daerah tempat perusahaan menjangkau masyarakat.
Di Jakarta Selatan, pelaksanaannya menyasar siswa sekolah dasar. Format ini penting karena usia sekolah dasar menjadi fase awal pembentukan kebiasaan belajar, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri anak saat berinteraksi dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga.
Patra Jasa memilih pendekatan yang interaktif dan partisipatif. Metode ini disusun supaya siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi ikut terlibat dalam proses belajar. Suasana seperti ini kerap membuat anak lebih mudah menerima materi dan berani mengajukan pertanyaan.
53 Perwira Patra Jasa turun sebagai pengajar
Tahun ini, sebanyak 53 Perwira Patra Jasa ikut serta. Mereka datang dari kantor pusat maupun unit bisnis perusahaan, lalu berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan kepada para siswa.
Keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial semacam ini punya makna ganda. Di satu sisi, perusahaan menjalankan komitmen TJSL. Di sisi lain, para pekerja mendapat ruang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang masih membutuhkan figur teladan dalam proses belajar.
Direktur Utama PT Patra Jasa, Ray SM Daulay, mengatakan Patra Jasa Mengajar menjadi salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama melalui bidang pendidikan.
Menurut Ray, investasi terbaik bagi masa depan tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan bisnis, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Patra Jasa Mengajar merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya melalui bidang pendidikan,” ujar Ray SM Daulay dalam keterangannya, dikutip dari bahan yang diterima redaksi.
Pernyataan itu menegaskan arah program yang ingin dijaga perusahaan: bukan sekadar donasi, melainkan transfer pengetahuan dan pengalaman. Dalam praktiknya, pendekatan seperti ini sering memberi dampak yang lebih lama karena anak-anak membawa pulang bukan cuma materi, tapi juga cara pandang baru.
Kenapa program ini relevan untuk pembaca
Program TJSL seperti ini relevan karena dunia pendidikan dasar masih membutuhkan dukungan banyak pihak. Sekolah tidak hanya butuh ruang kelas dan buku. Anak-anak juga perlu paparan pada sosok dari luar sekolah yang bisa memantik minat belajar, memperkaya wawasan, dan memperkenalkan pilihan cita-cita yang lebih luas.
Bagi masyarakat, program semacam Patra Jasa Mengajar memberi sinyal bahwa perusahaan energi dan jasa turun langsung ke komunitas tempat mereka beroperasi. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat dalam angka bisnis, tapi terasa pada kualitas relasi perusahaan dengan publik dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Di level yang lebih sederhana, kegiatan ini juga memberi keuntungan praktis bagi sekolah. Kelas menjadi lebih hidup. Siswa mendapat suasana belajar yang tidak monoton. Guru pun memperoleh mitra tambahan untuk memperkaya isi pembelajaran, meski hanya pada satu hari kegiatan.
Karena digelar di tengah perayaan ulang tahun perusahaan, program ini juga menunjukkan pola yang umum pada banyak korporasi besar: momentum hari jadi dipakai untuk memperkuat reputasi sosial, bukan hanya merayakan capaian internal. Bedanya, Patra Jasa memilih jalur pendidikan dasar sebagai titik masuk.
Langkah seperti ini penting karena pendidikan anak tidak bisa ditunda. Apa yang diterima siswa hari ini sering memengaruhi keberanian mereka menentukan masa depan. Di titik itu, kehadiran orang dewasa dari dunia kerja bisa memberi contoh nyata bahwa belajar punya kaitan langsung dengan kehidupan.
Patra Jasa belum memaparkan detail lanjutan soal jadwal berikutnya, namun pelaksanaan yang sudah masuk tahun ketiga memberi sinyal program ini akan terus dibawa ke sekolah-sekolah lain. Dari sana, arah manfaatnya akan bergantung pada seberapa konsisten perusahaan menjaga kualitas pelaksanaan dan memperluas jangkauan kegiatan pendidikan yang serupa.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.