Selasa, 30 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pegadaian Ajak Generasi Muda “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”

Pegadaian Ajak Generasi Muda “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”
Lebih dari seribu mahasiswa membuka akun Tabungan Emas dalam satu sesi kuliah. (Ilustrasi: AI)

PADANG — Lebih dari seribu mahasiswa membuka akun Tabungan Emas dalam satu sesi kuliah. Bukan kebetulan — itu hasil CEO Talks Pegadaian di Universitas Andalas, Padang, Senin (29/6), dan angka itu bicara banyak soal betapa laparnya anak muda terhadap panduan finansial yang konkret.

PT Pegadaian (Persero) menggelar sesi tatap muka langsung dengan ratusan calon wisudawan, mengangkat tema Inovasi Keuangan Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Strategis Pegadaian dalam Pemberdayaan Masyarakat. Formatnya bukan ceramah satu arah — ini ruang diskusi industri dan kampus yang dirancang agar mahasiswa pulang dengan tindakan nyata, bukan sekadar catatan kuliah.

Tiga Fondasi yang Sering Diabaikan Lulusan Baru

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, membuka dengan premis sederhana tapi jarang dibahas di ruang kelas: prestasi akademik saja tidak cukup. Ada tiga hal yang menurutnya wajib dikuasai sebelum memasuki dunia kerja — literasi keuangan, peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi.

Ketiganya saling mengunci. Tanpa literasi keuangan, gaji pertama habis sebelum tanggal 10. Tanpa adaptasi, keahlian yang dipelajari di kampus bisa usang dalam tiga tahun ke depan.

“Dunia kerja akan terus bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Generasi muda wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif dan bijak mengelola keuangan,” kata Ismail di hadapan peserta yang memadati ruangan.

Ismail lalu melontarkan prinsip yang langsung memancing perhatian: Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini. Maknanya padat — investasi yang dimulai sekarang, meski kecil, jauh lebih murah biayanya dibanding memulai terlambat. Bunga berbunga bekerja untuk siapa yang memulai lebih awal. Itu matematika, bukan motivasi.

Apa yang Harus Dilakukan Begitu Gaji Pertama Cair?

Ismail tidak berhenti di teori. Ia mendorong peserta untuk langsung mengambil langkah konkret begitu menerima penghasilan pertama — dan langkah itu punya urutan yang jelas.

Pertama, dana darurat. Minimal tiga kali pengeluaran bulanan, idealnya enam kali. Ini tameng pertama sebelum bicara investasi apa pun. Kedua, skala prioritas pengeluaran — bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan yang bisa ditunda. Ketiga, baru masuk ke instrumen investasi yang sesuai profil risiko dan tujuan jangka panjang.

Literasi keuangan, kata Ismail, adalah jangkar. Tanpanya, generasi muda mudah terseret arus konsumtif — FOMO belanja, gaya hidup yang melebihi penghasilan, atau terjebak pinjaman online berbunga tinggi.

Konteks ini penting. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia pada 2024 mencapai 65,43 persen — naik dari sebelumnya, tapi masih menyisakan sekitar sepertiga populasi yang belum memahami produk dan konsep keuangan dasar. Di kalangan anak muda, kesenjangan antara yang tahu dan yang benar-benar mempraktikkan pengelolaan keuangan sehat masih lebar.

Seribu Akun Dibuka dalam Satu Sesi

Yang membedakan CEO Talks ini dari seminar biasa: peserta tidak pulang tangan kosong.

Sepanjang acara berlangsung, lebih dari 1.000 peserta mengunduh aplikasi Tring dan langsung membuka akun Tabungan Emas Pegadaian. Bukan sekadar unduh lalu lupa — pembukaan akun berarti mereka sudah menyentuh titik masuk investasi pertama sebelum toga dipakai.

Tabungan Emas Pegadaian sendiri memungkinkan pengguna menabung dalam denominasi emas mulai dari nominal kecil, sehingga hambatan masuk bagi mahasiswa atau fresh graduate sangat rendah. Emas secara historis juga menjadi lindung nilai terhadap inflasi — relevan bagi mereka yang baru membangun portofolio.

Angka seribu akun dalam satu sesi ini bukan pencapaian kecil. Itu sinyal bahwa ketika edukasi dikemas dengan akses langsung ke instrumen nyata, mahasiswa bersedia bergerak — bukan sekadar mengangguk.

Kampus sebagai Pintu Masuk Inklusi Keuangan

Kolaborasi Pegadaian dengan Universitas Andalas bukan yang pertama, tapi formatnya terus berkembang. Pegadaian memilih kampus sebagai kanal edukasi karena alasan yang masuk akal: mahasiswa adalah segmen yang tepat secara waktu.

Mereka sedang di titik transisi — belum punya tanggungan besar, tapi sebentar lagi akan punya penghasilan. Kebiasaan finansial yang dibentuk di fase ini cenderung bertahan. Kalau yang tertanam pertama adalah kebiasaan menabung dan berinvestasi, probabilitas mereka mempertahankannya jauh lebih tinggi dibanding orang yang baru memulai di usia 35.

Pegadaian menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata bagaimana literasi bisa diintegrasikan langsung dengan aksi digital. Bukan workshop yang berakhir di sertifikat, tapi sesi yang berakhir dengan akun aktif.

Langkah seperti ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah mendorong inklusi keuangan nasional — target OJK adalah 90 persen inklusi keuangan pada 2024, dengan segmen muda sebagai motor utamanya.

Pesan untuk yang Belum Mulai

Ismail menutup paparannya dengan nada yang tidak menghakimi, tapi tegas: tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang. Menunggu gaji lebih besar, menunggu situasi lebih stabil, menunggu lebih paham dulu — semua itu adalah cara paling mahal untuk menunda kemakmuran.

“Prinsipnya adalah Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini. Anak muda harus berani berinvestasi dan membangun perencanaan masa depan yang terukur serta berkelanjutan mulai dari sekarang,” tegasnya.

Kalimat itu sederhana. Tapi bagi ribuan calon wisudawan yang hari itu pulang dengan akun investasi pertama mereka — kalimat itu sudah jadi tindakan.


Ringkasan 3 Poin

  • Pegadaian menggelar CEO Talks di Universitas Andalas, Padang, mendorong mahasiswa membangun kebiasaan finansial sebelum memasuki dunia kerja.
  • Direktur Pegadaian Ismail Ilyas menekankan tiga fondasi utama: literasi keuangan, peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi.
  • Lebih dari 1.000 peserta langsung membuka akun Tabungan Emas Pegadaian selama sesi berlangsung — bukti bahwa edukasi yang disertai akses nyata menghasilkan tindakan konkret.

FAQ Singkat

Apa itu prinsip “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”?
Artinya, investasi kecil yang dimulai sekarang jauh lebih menguntungkan dibanding menunggu kondisi “sempurna” — karena waktu adalah faktor terbesar dalam pertumbuhan aset.

Apa langkah pertama yang disarankan Pegadaian untuk fresh graduate?
Dana darurat terlebih dahulu (minimal 3x pengeluaran bulanan), lalu susun skala prioritas, baru masuk ke instrumen investasi seperti tabungan emas.

Apakah Tabungan Emas Pegadaian cocok untuk pemula?
Ya. Nominasi dimulai dari nilai yang sangat kecil, sehingga cocok bagi mahasiswa atau lulusan baru yang baru memulai perjalanan investasi.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda