Langkah seperti ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah mendorong inklusi keuangan nasional — target OJK adalah 90 persen inklusi keuangan pada 2024, dengan segmen muda sebagai motor utamanya.
Pesan untuk yang Belum Mulai
Ismail menutup paparannya dengan nada yang tidak menghakimi, tapi tegas: tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang. Menunggu gaji lebih besar, menunggu situasi lebih stabil, menunggu lebih paham dulu — semua itu adalah cara paling mahal untuk menunda kemakmuran.
“Prinsipnya adalah Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini. Anak muda harus berani berinvestasi dan membangun perencanaan masa depan yang terukur serta berkelanjutan mulai dari sekarang,” tegasnya.
Kalimat itu sederhana. Tapi bagi ribuan calon wisudawan yang hari itu pulang dengan akun investasi pertama mereka — kalimat itu sudah jadi tindakan.
Ringkasan 3 Poin
- Pegadaian menggelar CEO Talks di Universitas Andalas, Padang, mendorong mahasiswa membangun kebiasaan finansial sebelum memasuki dunia kerja.
- Direktur Pegadaian Ismail Ilyas menekankan tiga fondasi utama: literasi keuangan, peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi.
- Lebih dari 1.000 peserta langsung membuka akun Tabungan Emas Pegadaian selama sesi berlangsung — bukti bahwa edukasi yang disertai akses nyata menghasilkan tindakan konkret.
FAQ Singkat
Apa itu prinsip “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”?
Artinya, investasi kecil yang dimulai sekarang jauh lebih menguntungkan dibanding menunggu kondisi “sempurna” — karena waktu adalah faktor terbesar dalam pertumbuhan aset.
Apa langkah pertama yang disarankan Pegadaian untuk fresh graduate?
Dana darurat terlebih dahulu (minimal 3x pengeluaran bulanan), lalu susun skala prioritas, baru masuk ke instrumen investasi seperti tabungan emas.
Apakah Tabungan Emas Pegadaian cocok untuk pemula?
Ya. Nominasi dimulai dari nilai yang sangat kecil, sehingga cocok bagi mahasiswa atau lulusan baru yang baru memulai perjalanan investasi.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.