Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pegadaian Ajak Generasi Muda “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini”

Pegadaian Ajak Generasi Muda “Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini&#8221
Lebih dari seribu mahasiswa membuka akun Tabungan Emas dalam satu sesi kuliah. (Ilustrasi: AI)

Literasi keuangan, kata Ismail, adalah jangkar. Tanpanya, generasi muda mudah terseret arus konsumtif — FOMO belanja, gaya hidup yang melebihi penghasilan, atau terjebak pinjaman online berbunga tinggi.

Konteks ini penting. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia pada 2024 mencapai 65,43 persen — naik dari sebelumnya, tapi masih menyisakan sekitar sepertiga populasi yang belum memahami produk dan konsep keuangan dasar. Di kalangan anak muda, kesenjangan antara yang tahu dan yang benar-benar mempraktikkan pengelolaan keuangan sehat masih lebar.

Seribu Akun Dibuka dalam Satu Sesi

Yang membedakan CEO Talks ini dari seminar biasa: peserta tidak pulang tangan kosong.

Sepanjang acara berlangsung, lebih dari 1.000 peserta mengunduh aplikasi Tring dan langsung membuka akun Tabungan Emas Pegadaian. Bukan sekadar unduh lalu lupa — pembukaan akun berarti mereka sudah menyentuh titik masuk investasi pertama sebelum toga dipakai.

Tabungan Emas Pegadaian sendiri memungkinkan pengguna menabung dalam denominasi emas mulai dari nominal kecil, sehingga hambatan masuk bagi mahasiswa atau fresh graduate sangat rendah. Emas secara historis juga menjadi lindung nilai terhadap inflasi — relevan bagi mereka yang baru membangun portofolio.

Angka seribu akun dalam satu sesi ini bukan pencapaian kecil. Itu sinyal bahwa ketika edukasi dikemas dengan akses langsung ke instrumen nyata, mahasiswa bersedia bergerak — bukan sekadar mengangguk.

Kampus sebagai Pintu Masuk Inklusi Keuangan

Kolaborasi Pegadaian dengan Universitas Andalas bukan yang pertama, tapi formatnya terus berkembang. Pegadaian memilih kampus sebagai kanal edukasi karena alasan yang masuk akal: mahasiswa adalah segmen yang tepat secara waktu.

Mereka sedang di titik transisi — belum punya tanggungan besar, tapi sebentar lagi akan punya penghasilan. Kebiasaan finansial yang dibentuk di fase ini cenderung bertahan. Kalau yang tertanam pertama adalah kebiasaan menabung dan berinvestasi, probabilitas mereka mempertahankannya jauh lebih tinggi dibanding orang yang baru memulai di usia 35.

Pegadaian menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata bagaimana literasi bisa diintegrasikan langsung dengan aksi digital. Bukan workshop yang berakhir di sertifikat, tapi sesi yang berakhir dengan akun aktif.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda