JAKARTA — Pertamina Patra Niaga menindak tegas pelanggaran prosedur keselamatan yang dilakukan seorang awak mobil tangki (AMT) setelah unggahan di media sosial memperlihatkan pengemudi itu merokok saat sedang bertugas mengemudikan mobil tangki.
Kasus ini langsung ditelusuri perusahaan, dan hasilnya menunjukkan pengemudi tersebut berasal dari perusahaan mitra transportir yang melayani operasional penyaluran di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
Atas pelanggaran itu, perusahaan mitra transportir mengambil tindakan pemberhentian terhadap pengemudi yang bersangkutan. Pertamina Patra Niaga menyebut langkah itu bukan sekadar hukuman, melainkan penegakan disiplin agar seluruh pekerja dan mitra memahami bahwa prosedur keselamatan tidak bisa ditawar dalam aktivitas operasional energi.
Pelanggaran prosedur keselamatan langsung ditindak
Unggahan video atau foto di media sosial memang sering menjadi pintu awal pengungkapan pelanggaran di lapangan. Dalam kasus ini, respons Pertamina terbilang cepat. Perusahaan langsung melakukan penelusuran internal setelah konten tersebut beredar dan memastikan identitas pengemudi yang terekam dalam unggahan.
Hasil penelusuran itu memperjelas bahwa AMT yang dimaksud bukan pekerja Pertamina secara langsung, melainkan awak dari mitra transportir yang menjadi bagian dari rantai distribusi. Artinya, kendati status hubungan kerjanya berada di lini mitra, standar yang berlaku tetap sama ketatnya. Satu aturan. Tidak boleh ada celah.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa keselamatan adalah prinsip yang tidak dapat ditawar. “Tindakan tegas ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan pembinaan agar setiap pekerja maupun mitra memahami bahwa kepatuhan terhadap prosedur HSSE wajib dijalankan secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Kitty.
Pernyataan itu menggarisbawahi satu hal yang sering kali luput dari perhatian publik: operasional distribusi energi bukan kerja biasa. Ada bahan mudah terbakar, ada kendaraan berat, ada titik bongkar muat, dan ada rangkaian risiko yang harus dijaga dari hulu ke hilir. Pelanggaran kecil bisa memicu risiko besar jika terjadi di lokasi atau waktu yang salah.
Kenapa kasus ini penting bagi publik
Bagi masyarakat, kasus seperti ini penting karena berkaitan langsung dengan rasa aman atas layanan energi yang dipakai sehari-hari. Mobil tangki bukan sekadar kendaraan logistik. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan pengemudi, petugas di lapangan, fasilitas distribusi, dan warga di sekitar jalur operasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.