Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Dispusip Kutim sediakan 9.000 E-book di perpustakaan digital

Seseorang sedang membaca e-book melalui aplikasi di smartphone
Warga kini dapat mengakses 9.000 koleksi e-book di perpustakaan digital i-Kutim melalui perangkat ponsel pintar. (Ilustrasi: AI)

SANGATTA — Warga Kabupaten Kutai Timur kini tidak perlu lagi melangkah jauh ke rak buku fisik untuk mendapatkan bahan bacaan berkualitas. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutai Timur resmi menyediakan 9.000 e-book melalui platform perpustakaan digital bernama i-Kutim.

Langkah ini menjadi terobosan strategis untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat di tengah gempuran teknologi informasi. Aplikasi i-Kutim dirancang agar bisa diakses oleh siapa saja melalui ponsel pintar, menjadikan perpustakaan seolah berada dalam genggaman tangan setiap saat.

Akses Mudah Lewat Gawai

Pustakawan Dispusip Kutai Timur, Beatrix Aprastia, menjelaskan bahwa transformasi ini adalah upaya nyata untuk beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat modern. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi di Play Store untuk mulai menjelajahi ribuan judul buku secara gratis. Tidak ada lagi hambatan jarak bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota.

Kemudahan ini bukan sekadar tentang memindahkan teks ke layar ponsel. Aplikasi i-Kutim dirancang dengan fitur membaca secara luring (offline) setelah buku diunduh ke perangkat. Fitur ini krusial bagi warga di wilayah dengan jangkauan internet terbatas. Artinya, hambatan akses jaringan tidak lagi menjadi alasan untuk berhenti belajar atau membaca.

Pilihan Bacaan Beragam

Koleksi yang tersedia di dalam i-Kutim pun sangat bervariasi. Pengguna bisa menemukan ribuan judul buku mulai dari kategori ilmu pengetahuan dan pendidikan hingga sastra dan pengembangan diri. Ada pula pilihan bacaan khusus anak-anak yang diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sejak dini.

Selain berfungsi sebagai penyedia buku, aplikasi ini juga berfungsi sebagai ruang diskusi. Terdapat fitur interaktif bagi pembaca untuk saling memberikan ulasan, berbagi rekomendasi, hingga membangun komunitas literasi digital. Ini membuat kegiatan membaca menjadi lebih hidup dan tidak lagi bersifat soliter.

Literasi Digital di Daerah

Bagi masyarakat Kutai Timur, hadirnya aplikasi ini secara tidak langsung membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Dengan literasi yang lebih baik, warga diharapkan menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Perpustakaan digital ini bukan untuk mematikan fungsi perpustakaan fisik, melainkan menjadi pelengkap yang krusial.

Pemerintah daerah melalui Dispusip Kutim terus memadukan layanan konvensional, perpustakaan keliling, dan sistem digital ini. Harapannya, integrasi ketiganya menciptakan ekosistem belajar yang merata hingga ke pelosok daerah. Masyarakat kini memiliki kendali penuh atas kebutuhan informasinya sendiri.

Upaya digitalisasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai serius mengintegrasikan teknologi dalam pelayanan publik. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan penggunaan aplikasi ini benar-benar menjangkau kelompok usia yang paling membutuhkan peningkatan kapasitas literasi.

FAQ Singkat

Bagaimana cara mengakses aplikasi i-Kutim?
Aplikasi dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat melalui Google Play Store di ponsel pintar masing-masing.

Apakah ada biaya untuk meminjam buku?
Seluruh koleksi e-book yang tersedia di dalam aplikasi i-Kutim dapat dipinjam secara gratis setelah pengguna melakukan pendaftaran akun.

Apakah bisa membaca buku tanpa internet?
Ya, aplikasi i-Kutim dilengkapi fitur membaca luring, sehingga buku yang telah diunduh dapat dibaca kapan saja meski sedang tidak terhubung dengan jaringan internet.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda