JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Jumlah pengguna Telegram di Indonesia telah melampaui 150 juta jiwa. Angka ini sejalan dengan peningkatan signifikan modus penipuan yang memanfaatkan fitur anonimitas platform tersebut. Mulai dari iming-iming investasi bodong hingga jual beli data pribadi, para penipu terus berinovasi. Artikel ini merinci 10 modus penipuan Telegram terbaru di tahun 2026 dan langkah-langkah konkret untuk menghindarinya.
Kenaikan jumlah pengguna dan inovasi fitur Telegram, sayangnya, juga membuka celah bagi aktivitas kejahatan siber. Kemudahan membuat akun tanpa verifikasi ketat serta fitur grup besar menjadikan Telegram lahan subur bagi para scammer untuk menjaring korban. Kerugian finansial hingga kebocoran data pribadi menjadi ancaman nyata yang membayangi jutaan pengguna.
Mengapa Telegram Rentan Dimanfaatkan Penipu?
Telegram menjadi sasaran empuk bagi penipu karena beberapa karakteristik fundamentalnya. Pertama, sifat anonimitas. Pengguna bisa membuat akun dengan nomor virtual atau tanpa verifikasi ketat, menyulitkan pelacakan identitas asli penipu.
Kedua, kapasitas grup yang masif. Sebuah grup bisa menampung hingga 200.000 anggota, memberikan penipu jangkauan korban yang sangat luas dengan sekali unggah pesan. Terakhir, fitur edit dan hapus pesan memungkinkan pelaku menghilangkan jejak atau bukti kejahatan dengan mudah. Ini jelas merugikan korban yang ingin melaporkan.
Baca juga: 10 Cara Menghasilkan Uang dari Telegram 2026
10 Modus Penipuan Telegram Paling Umum di Tahun 2026

Penipu semakin licik dengan berbagai taktik. Berikut adalah modus-modus yang patut Anda waspadai:
7 Cara Aman Menggunakan Telegram Agar Tidak Terkena PeretasanMeskipun penipu terus berinovasi, ada beberapa langkah proaktif yang bisa diambil pengguna untuk melindungi diri:
- Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification). Ini adalah benteng pertahanan utama. Masuk ke
Settings > Privacy and Security > Two-Step Verification, lalu buat PIN yang kuat. - Jangan Klik Link Sembarangan. Tautan mencurigakan dari sumber tidak dikenal harus selalu dihindari. Jika ragu, segera laporkan dan blokir pengirimnya.
- Periksa “Active Sessions” Secara Rutin. Fitur ini ada di
Settings > Devices. Pastikan untuk mengeluarkan atau logout semua perangkat yang tidak Anda kenali atau tidak lagi digunakan. - Sembunyikan Nomor Telepon Anda. Atur privasi nomor telepon Anda di
Settings > Privacy > Phone NumbermenjadiNobody. Ini mengurangi risiko dihubungi langsung oleh scammer. - Gunakan @username, Bukan Nomor. Untuk keperluan bisnis atau interaksi publik, berikan
@usernameAnda. Hindari menyebarkan nomor pribadi di ruang publik. - Hati-hati dengan Grup atau Channel Baru. Selalu cek informasi dasar seperti kapan channel dibuat, berapa jumlah anggotanya, dan apakah ada tanda centang biru (terverifikasi) sebelum bergabung atau mempercayai informasinya. Channel resmi biasanya sudah aktif lama.
- Manfaatkan Fitur Pembayaran Resmi. Jika melakukan transaksi di Telegram, gunakan fitur
Telegram Paymentsyang terintegrasi. Hindari transfer langsung ke rekening pribadi yang tidak dikenal.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.