Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Laba ASABRI Melonjak 158% Jadi Rp713 M pada 2025, Aset Tembus Rp55 T

Grafik pertumbuhan kinerja keuangan PT ASABRI yang menunjukkan tren positif
PT ASABRI mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025 seiring dengan membaiknya hasil investasi dan kondisi pasar modal. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — PT ASABRI (Persero) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang 2025. Perusahaan asuransi pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp713,72 miliar, melesat 158% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat Rp275,60 miliar.

Direktur Utama PT ASABRI (Persero), Jeffry Haryadi P. Manullang, mengungkapkan bahwa perbaikan laba ini didorong oleh optimalisasi hasil investasi serta kondisi pasar modal yang lebih mendukung sepanjang tahun lalu. Selain laba bersih, perusahaan juga mencatatkan laba komprehensif senilai Rp529,94 miliar, atau tumbuh 222,02% secara tahunan.

Katalis Kinerja dan Pertumbuhan Aset

Peningkatan laba ini tidak lepas dari strategi investasi yang lebih kompetitif. Jeffry menjelaskan bahwa penerapan ketentuan PSAK 109 juga berkontribusi pada laporan keuangan perseroan. Hasil investasi bersih ASABRI tercatat mencapai Rp985 miliar, meningkat 56,82% dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp628 miliar. Capaian ini tercermin pada yield on investment yang naik ke level 7,43%.

Bersamaan dengan itu, total aset perusahaan kini menembus angka Rp55,97 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 12,23% dibandingkan posisi aset pada akhir 2024.

Perbaikan kondisi keuangan juga terlihat dari sisi solvabilitas yang melonjak signifikan dari 124% pada 2024 menjadi 321% pada 2025. Selain itu, posisi ekuitas perseroan pun membaik dengan defisit yang menyusut dari Rp894 miliar menjadi Rp363 miliar.

Tantangan Klaim Program THT

Di balik angka pertumbuhan yang positif, ASABRI masih menghadapi tantangan operasional terkait rasio klaim. Program Tabungan Hari Tua (THT) masih mencatatkan klaim rasio di atas 100%, tepatnya pada posisi 115,65%. Sepanjang 2025, perseroan membayarkan klaim THT senilai Rp1,5 triliun, sementara premi yang terkumpul hanya mencapai Rp1,3 triliun.

Kondisi ini menyebabkan underwriting margin ASABRI masih berada di zona negatif, yakni di angka 43,57%. Artinya, beban asuransi yang dibayarkan perusahaan masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan dari premi. Sepanjang tahun tersebut, total klaim yang diproses mencapai 69.749 unit, mencakup program THT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta Jaminan Kematian (JKM).

Dampak bagi Peserta dan Keberlanjutan

Bagi peserta asuransi, perbaikan rasio solvabilitas ini memberikan sinyal positif terkait kestabilan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Jumlah peserta ASABRI sendiri kini mencapai 1,55 juta orang, yang terdiri dari 1,05 juta peserta aktif dan 500 ribu peserta pensiun. Meski tumbuh 4,78%, laju penambahan peserta ini belum secepat proyeksi awal manajemen.

Langkah ke depan, efisiensi investasi akan terus menjadi tumpuan ASABRI untuk menutup celah dari beban klaim program asuransi sosial yang masih tinggi. Keberhasilan perseroan menjaga ritme investasi di pasar modal akan menjadi kunci bagi perusahaan untuk terus memperbaiki defisit ekuitas di tahun-tahun mendatang.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda