Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Gertek 2026, Mas Dhito Hadirkan Teknologi Pertanian Terbaru untuk Petani

Mas Dhito meninjau teknologi pertanian terbaru dalam ajang Gertek 2026
Suasana Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 di Kediri yang menghadirkan berbagai mesin modern untuk petani. (Ilustrasi: AI)

KEDIRI — Sebanyak 14 ribu petani di Kabupaten Kediri tumpah ruah mengikuti gelaran Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 yang berlangsung sejak Senin (6/7) lalu. Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito, secara resmi membuka ajang yang menjadi pusat edukasi transformasi pertanian modern tersebut di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

Acara ini bukan sekadar pameran biasa. Mengusung tema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan”, pemerintah setempat menggandeng lebih dari 77 perusahaan swasta. Mereka yang hadir mencakup sektor benih unggul, pupuk, pestisida, hingga perbankan.

Kehadiran para pelaku industri ini bertujuan untuk menutup celah informasi yang selama ini sering menghambat produktivitas petani di lapangan.

Transformasi Digital dan Mekanisasi Lahan

Petani yang hadir tidak hanya melihat pajangan alat, tetapi juga bisa menyaksikan langsung demonstrasi plot (demplot) dan penggunaan mesin pertanian mutakhir. Bagi banyak petani, ini adalah kesempatan langka untuk melihat bagaimana efisiensi bisa ditingkatkan melalui teknologi yang tepat guna.

Mas Dhito menaruh perhatian khusus agar para petani muda di Kediri melek terhadap perkembangan teknologi yang bisa menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Tujuannya supaya petani, khususnya anak muda, bisa melihat langsung perkembangan teknologi pertanian terbaru,” ujar Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi. Ia menjelaskan bahwa antusiasme tinggi dari para peserta membuktikan bahwa ada kemauan besar untuk beralih dari pola tradisional ke cara-cara yang lebih teknis dan terukur.

Untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang mendalam, panitia menyediakan 150 kelas pembelajaran yang diikuti oleh setidaknya 6 ribu petani dalam format temu tani intensif selama tujuh hari. Materi yang diberikan tidak hanya soal teknis bercocok tanam, tetapi juga menyentuh aspek krusial seperti akses permodalan perbankan yang sering kali menjadi kendala klasik di sektor agrikultur.

Dampak Nyata bagi Ketahanan Pangan

Langkah Mas Dhito dalam menyelenggarakan Gertek 2026 dinilai sebagai strategi konkret untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian di Kabupaten Kediri memang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah.

Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha, yang hadir di lokasi, mengakui potensi besar daerah ini.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan swasta melalui pameran skala besar seperti ini adalah model yang ideal untuk mempercepat modernisasi agraris.

Bagi petani lokal, kehadiran Gertek ini memberikan akses langsung pada pilihan benih unggul yang lebih variatif. Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menegaskan bahwa petani kini jauh lebih leluasa dalam memilih input produksi yang sesuai dengan kondisi lahan mereka masing-masing.

Upaya ini melengkapi berbagai dukungan lain yang telah digelontorkan bupati sebelumnya, termasuk distribusi ratusan alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan benih padi serta jagung sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Dengan skala yang jauh lebih masif dibanding tahun-tahun sebelumnya, Gertek 2026 menjadi barometer baru bagaimana pemerintah daerah mampu memfasilitasi kebutuhan petani secara komprehensif. Ke depan, keberhasilan transformasi ini akan diuji dari seberapa besar adopsi teknologi tersebut di tingkat petani gurem, yang menjadi penentu utama keberlanjutan swasembada pangan di Jawa Timur.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda