JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Google Play Store 2026 akan membawa empat perubahan besar mulai 1 Maret 2026, termasuk label peringatan untuk aplikasi boros baterai, filter widget, verifikasi biometrik wajib untuk pembelian, dan penurunan potongan biaya developer.
Perubahan ini langsung menyentuh pengguna Android, pengembang aplikasi, sampai orang tua yang sering berbagi ponsel dengan anak. Google juga menyiapkan gelombang verifikasi developer untuk aplikasi di luar Play Store, dengan Indonesia masuk tahap berikutnya pada September 2026.
Label Google Play Store 2026 untuk aplikasi boros baterai
Fitur yang paling mencolok adalah label peringatan untuk aplikasi yang dianggap terlalu banyak menguras daya. Google akan memakai data Android Vitals dan metrik baru bernama Excessive Wake Locks untuk menilai perilaku aplikasi di latar belakang.
Jika sebuah aplikasi membuat ponsel tetap “terjaga” lebih dari dua jam dalam 24 jam tanpa alasan yang jelas, aplikasi itu bisa diberi label peringatan. Pesan yang muncul menyebut aplikasi tersebut mungkin memakai baterai lebih banyak dari perkiraan karena aktivitas latar belakang yang tinggi.
Google memberi pengecualian untuk aplikasi musik, navigasi, dan transfer data. Jadi, tidak semua aplikasi yang aktif lama otomatis kena tanda. Namun, bila lebih dari 5 persen sesi pengguna terdampak selama 28 hari, peringkat aplikasi berisiko turun di Play Store.
Langkah ini penting karena selama ini keluhan soal baterai cepat habis sering muncul setelah pengguna memasang aplikasi tertentu. Dengan label baru, calon unduhan bisa lebih waspada sebelum menekan tombol instal. Buat pengguna harian, ini berarti pilihan aplikasi tak lagi hanya soal rating bintang, tapi juga soal efisiensi daya.
Filter widget dan lencana di halaman aplikasi
Google juga menambahkan filter pencarian khusus “Widget” dan ikon penanda di halaman aplikasi. Pengguna yang suka mengatur tampilan layar utama tak perlu lagi menebak-nebak aplikasi mana yang menyediakan widget.
Perubahan kecil ini terasa praktis. Pencarian jadi lebih cepat, terutama untuk pengguna yang sering mengandalkan widget cuaca, jam, kalender, atau catatan singkat. Di toko aplikasi sebesar Play Store, detail seperti ini sering menentukan apakah pengguna lanjut mencari atau pindah ke aplikasi lain.
Biometrik wajib untuk pembelian di Play Store
Mulai 1 Maret 2026, Google mewajibkan autentikasi biometrik untuk pembelian di Play Store. Pengguna akan diminta memakai sidik jari atau face unlock saat membeli aplikasi, game, buku, film, maupun item dalam aplikasi.
Kebijakan ini diarahkan untuk menutup celah pembelian tak sengaja, termasuk kasus yang sering terjadi ketika ponsel dipinjam anak atau anggota keluarga lain. Prosesnya dibuat lebih singkat karena pengguna tak perlu lagi mengetik password setiap kali bertransaksi.
Soal dampaknya jelas. Orang tua mendapat lapisan keamanan tambahan. Pengguna umum juga lebih terlindungi dari transaksi impulsif. Di sisi lain, pengembang aplikasi dan penerbit konten berpotensi melihat proses checkout yang lebih ketat, meski Google tampaknya menilai keamanan pengguna lebih penting daripada satu langkah tambahan di layar pembayaran.
Biaya developer turun, tapi verifikasi luar toko diperketat
Di sisi pengembang, Google menurunkan potongan standar dari 30 persen menjadi 20 persen. Angka itu bisa turun lagi menjadi 15 persen bila developer masuk program App Experience atau Play Games Level Up. Untuk langganan, potongannya 10 persen.
Kebijakan ini bisa mengubah hitung-hitungan bisnis aplikasi, terutama bagi studio kecil dan pengembang yang mengandalkan pembelian dalam aplikasi. Biaya distribusi yang lebih rendah memberi ruang lebih besar untuk promosi, pembaruan fitur, atau penyesuaian harga.
Tapi ada sisi lain yang tak kalah penting. Mulai Maret 2026, developer yang menyebarkan APK di luar Play Store juga wajib menjalani verifikasi resmi ke Google. Indonesia baru masuk gelombang September 2026. Tujuannya sederhana: menekan penyebaran malware, aplikasi palsu, dan layanan ilegal yang sering menyamar sebagai aplikasi biasa.
| Perubahan | Mulai berlaku | Dampak utama |
|---|---|---|
| Label boros baterai | 1 Maret 2026 | Pengguna bisa menilai efisiensi aplikasi lebih cepat |
| Filter widget | 1 Maret 2026 | Pencarian aplikasi widget jadi lebih mudah |
| Biometrik wajib | 1 Maret 2026 | Pembelian lebih aman dari transaksi tak sengaja |
| Verifikasi developer luar toko | Maret 2026, Indonesia September 2026 | Risiko APK berbahaya ditekan |
FAQ Google Play Store 2026
Apakah label boros baterai bisa dihapus developer? Bisa, selama pengembang memperbaiki penggunaan wake locks dan aktivitas latar belakang agar lebih efisien.
Apakah biometrik wajib untuk semua pembelian? Ya, jika verifikasi pembelian diaktifkan. Fitur ini berlaku untuk aplikasi, game, buku, film, dan pembelian dalam aplikasi.
Kapan Indonesia terkena verifikasi developer luar Play Store? Indonesia masuk gelombang September 2026, setelah tahap awal dimulai pada Maret 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.