Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Profil Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah: Rekam Jejak dan Pendidikan

Gedung kantor PT PP Tbk yang menjadi lokasi penugasan komisaris PTPP
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kini menjadi sorotan publik menyusul perubahan jajaran dewan komisaris perusahaan. (Ilustrasi: AI)

Kursi dewan pengawas di PT PP (Persero) Tbk mendadak jadi buah bibir. Nama Aisyah Zakiyyah masuk ke jajaran komisaris perusahaan konstruksi pelat merah ini, memicu obrolan panjang di media sosial. Publik mulai membedah rekam jejaknya, mempertanyakan bagaimana seorang dengan latar belakang sains dan komunikasi memegang kendali pengawasan di perusahaan konstruksi raksasa.

Aisyah resmi duduk di posisi ini setelah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 19 Mei 2026. Kehadirannya bukan sekadar tambahan nama di lembar struktur organisasi. Ini menjadi potret terbaru bagaimana komposisi kepemimpinan di badan usaha milik negara (BUMN) disusun, sebuah langkah yang selalu punya dampak bagi arah kebijakan perusahaan ke depan.

Jejak Akademik Lintas Negara

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Desember 1993 ini tidak menempuh jalur pendidikan yang konvensional bagi calon pengurus perusahaan konstruksi. Aisyah adalah lulusan luar negeri. Ia menyandang gelar sarjana di bidang Kimia Terapan dan Biokimia dari Gunma University, Jepang, yang diselesaikan pada 2015. Pilihan studi yang cukup jauh dari urusan beton atau manajemen proyek bangunan.

Tak berhenti di sana, langkah akademisnya berbelok tajam tiga tahun kemudian. Aisyah menuntaskan pendidikan jenjang magister di Macquarie University, Sydney. Bidang yang ia dalami adalah Komunikasi Internasional. Kombinasi sains dari Jepang dan keterampilan komunikasi dari Australia menjadi modal utama yang ia bawa sebelum masuk ke dunia profesional Indonesia.

Karier di Sektor Swasta hingga Pemerintahan

Sebelum namanya muncul di PTPP, Aisyah menghabiskan waktu di industri swasta internasional. Ia pernah memegang posisi Manajer E-commerce dan Pemasaran di Lingble Ltd., Singapura, pada 2021. Pengalaman digital ini cukup kontras jika dibandingkan dengan kultur industri konstruksi yang cenderung bersifat padat modal dan konvensional.

Setelah dari Singapura, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PT Toyota Tsusho System Indonesia. Di sana, ia memimpin tim divisi penjualan sejak 2023 hingga 2024. Perannya di perusahaan otomotif tersebut menjadi jembatan baginya sebelum akhirnya ditarik ke dalam lingkar pemerintahan.

Tahun 2025 menjadi titik balik bagi kariernya. Aisyah terjun ke ranah publik dengan menjadi Tenaga Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara di Kementerian Pekerjaan Umum. Posisi inilah yang sebenarnya menghubungkan dirinya dengan dunia infrastruktur.

Sebagai juru bicara, ia bersentuhan langsung dengan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah, termasuk proyek-proyek besar yang kerap digarap PTPP.

Ujian Pengawasan di PTPP

Kini, tantangan sesungguhnya menanti di ruang rapat komisaris. Mengawasi operasional PTPP bukan perkara enteng. Perusahaan ini mengelola proyek-proyek infrastruktur strategis nasional dengan nilai triliunan rupiah. Publik tentu menunggu bagaimana Aisyah mengombinasikan latar belakang sains, komunikasi, dan pengalamannya sebagai jubir kementerian untuk memastikan tata kelola perusahaan tetap sehat.

Bagi para investor, sosok komisaris adalah gerbang pengawasan. Efektivitas sebuah dewan bukan hanya soal gelar, tetapi bagaimana mereka mampu menerjemahkan kebijakan di lapangan menjadi pengawasan yang tajam.

Pertanyaan besarnya: mampukah profil non-teknik seperti Aisyah memberi nilai tambah di tengah tantangan industri konstruksi yang sedang tertekan beban utang dan ketatnya persaingan tender proyek?

Segala diskursus yang berkembang di ruang publik saat ini hanyalah pembuka. Ujian nyata akan terlihat dari bagaimana ia bersikap saat menghadapi isu-isu strategis, seperti efisiensi proyek hingga transparansi keuangan. Ke depan, dewan direksi dan pengawas PTPP akan terus dipantau, mengingat proyek infrastruktur pemerintah merupakan “napas” utama bagi keberlangsungan pendapatan perusahaan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda