Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Jelang Masuk Sekolah, Omzet Pedagang Seragam di Cikarang Bekasi Melonjak hingga 50 Persen

Pedagang seragam sekolah di pasar tradisional Cikarang menampilkan berbagai ukuran seragam SD, SMP, dan SMA saat puncak lonja
Pedagang seragam sekolah di Pasar Baru Cikarang meraih peningkatan omzet hingga 50 persen seiring permintaan tinggi menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. (Ilustrasi: AI)

CIKARANGPedagang seragam sekolah di pasar tradisional Cikarang, Kabupaten Bekasi, sedang mengalami lonjakan penjualan yang signifikan. Omzet mereka naik lebih dari 50 persen seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Peningkatan permintaan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini bahkan menyebabkan stok sejumlah ukuran seragam mulai menipis atau habis terjual.

Seprianto, pedagang seragam di Pasar Baru Cikarang, mengatakan puncak lonjakan penjualan terjadi dalam tujuh hari terakhir menjelang hari pertama masuk sekolah. “Omzet meningkat hingga lebih dari 50 persen, terutama sejak minggu lalu atau menjelang masuk sekolah,” ujar Seprianto pada Senin (13/7).

Meski peningkatan penjualan mulai terasa sekitar satu bulan lalu, momentum terbesar datang ketika tinggal hitungan hari sebelum sekolah dimulai. Permintaan yang tinggi ini mencerminkan tren tradisional orang tua Indonesia yang mempersiapkan kebutuhan anak menjelang tahun ajaran baru dengan membeli seragam sekolah baru.

Seragam SD, SMP, SMA Paling Dicari

Seragam untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) menjadi produk unggulan yang paling banyak dicari pembeli. Tingginya permintaan ini menyebabkan banyak ukuran yang tersedia di toko sudah habis.

“Sekarang yang paling banyak dicari seragam untuk siswa baru SD, SMP, dan SMA. Banyak ukuran yang sudah kosong karena permintaannya tinggi,” kata Seprianto.

Pedagang lain di kawasan Cikarang juga melaporkan pengalaman serupa. Penjualan seragam pada musim tahun ajaran baru tahun ini menunjukkan peningkatan nyata dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan anak tetap kuat, meski situasi ekonomi di tingkat nasional terus berfluktuasi.

Dampak Ekonomi Lokal di Pasar Tradisional

Lonjakan omzet ini memberikan dampak positif bagi ekonomi pedagang kecil dan menengah yang berjualan seragam di pasar-pasar tradisional Cikarang. Selain meningkatkan pendapatan bulanan, peningkatan penjualan juga mendorong perputaran uang lebih cepat, menguntungkan pedagang bahan baku dan supplier.

Namun, stok yang cepat habis juga menghadirkan tantangan. Pedagang harus mampu memperkirakan permintaan setiap ukuran dengan akurat agar tidak mengalami kehilangan peluang penjualan. Beberapa toko sempat kehabisan ukuran populer menjelang puncak musim, mencegah mereka meraih penjualan tambahan.

Fenomena lonjakan omzet menjelang tahun ajaran baru adalah pola musiman yang terprediksi. Namun, tingkat kenaikan penjualan yang mencapai 50 persen menunjukkan antusiasme orang tua untuk memastikan anak-anak mereka siap secara penampilan saat memasuki sekolah baru.

Permintaan yang tinggi ini juga mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional sebagai pilihan utama berbelanja kebutuhan sekolah dengan harga yang kompetitif.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda