Di tengah penyesuaian harga nonsubsidi, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite dan Solar subsidi. Pertalite masih Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Kebijakan ini penting karena menyentuh jutaan pengguna kendaraan roda dua, transportasi umum, hingga sektor logistik skala kecil.
Stabilnya harga subsidi juga punya efek lanjutan ke inflasi. Jika bahan bakar yang paling banyak dipakai masyarakat ikut naik, dampaknya bisa merembet ke ongkos angkut, harga barang di pasar, dan biaya perjalanan antarkota. Karena itu, pemerintah cenderung menahan harga subsidi agar tekanan biaya hidup tidak makin besar.
Meski begitu, konsumen tetap perlu cek harga sebelum mengisi. Selisih antarwilayah bisa muncul karena pajak daerah, dan tiap jenis BBM juga punya karakter berbeda dari sisi oktan, performa, serta efisiensi pemakaian. Pertamax Green dan Pertamax Turbo, misalnya, menyasar kendaraan dengan kebutuhan pembakaran lebih tinggi.
Cara cek harga BBM Pertamina di daerah
Pertamina menyediakan informasi harga lewat aplikasi MyPertamina. Pengguna bisa membuka menu harga BBM, lalu memilih provinsi dan kota untuk melihat tarif yang berlaku di daerah masing-masing.
Langkah itu berguna sebelum berangkat mengisi tangki, terutama bagi pengendara yang rutin melintas antarwilayah. Harga di Jakarta tidak selalu sama dengan daerah lain, dan perbedaan kecil bisa berarti besar untuk pemakaian bulanan.
Update harga berikutnya biasanya mengikuti evaluasi berkala Pertamina Patra Niaga. Untuk saat ini, harga BBM Pertamina Juli 2026 di DKI Jakarta masih memuat Pertamax di Rp16.250 per liter, sementara produk subsidi tetap tidak berubah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.