Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Pengadilan Brasil Larang Mantan Presiden Bolsonaro Terima Kunjungan 30 Hari

Gedung Pengadilan Brasil dengan palu hakim di meja persidangan dokumen resmi
Hakim Agung Brasil Alexandre de Moraes mengeluarkan putusan pelarangan kunjungan terhadap mantan Presiden Bolsonaro. (Ilustrasi: AI)

Ruang gerak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, kini semakin sempit setelah Hakim Agung Alexandre de Moraes menjatuhkan vonis isolasi baru pada Jumat waktu setempat. Bolsonaro yang saat ini menjalani status tahanan rumah dilarang menerima kunjungan tamu selama 30 hari ke depan. Aturan ini sangat ketat. Hanya tim medis dan penasihat hukum yang diizinkan melintasi pintu kediamannya.

Keputusan tersebut muncul sebagai respons atas manuver politik yang dilakukan kubu Bolsonaro baru-baru ini. Putra sang mantan presiden, Senator Flavio Bolsonaro, kedapatan mengunggah sepucuk surat dari ayahnya ke media sosial. Isi surat itu cukup provokatif bagi otoritas hukum Brasil.

Bolsonaro mengajak para pengikutnya untuk mengesampingkan perbedaan dan memberikan dukungan penuh kepada Flavio dalam kontestasi pemilihan umum bulan Oktober mendatang.

Hakim Moraes memandang tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap syarat tahanan rumah yang berlaku. Sebagai catatan, Bolsonaro saat ini tengah menjalani masa hukuman lebih dari 27 tahun penjara.

Ia dinyatakan bersalah atas keterlibatannya dalam merancang kudeta pasca-kekalahannya dalam pilpres 2022 melawan Luiz Inacio Lula da Silva. Sanksi ini bukan perkara sepele bagi seorang mantan kepala negara yang terbiasa memegang kendali panggung politik nasional.

Isolasi Total dari Dunia Luar

Dalam putusan terbarunya, Moraes memerintahkan isolasi yang benar-benar total. Bolsonaro tidak diperbolehkan menggunakan media sosial dalam bentuk apa pun. Akses telepon juga diputus. Bahkan, larangan ini mencakup pesan yang disampaikan melalui perantara pihak ketiga. Tujuannya jelas.

Hakim ingin memastikan Bolsonaro tidak memiliki celah untuk melakukan intervensi terhadap proses pemilu yang tengah berjalan.

Ketegangan antara pihak pengadilan dan keluarga Bolsonaro semakin memanas. Awal minggu ini, Flavio sudah lebih dulu dilarang menemui ayahnya selama 90 hari akibat insiden surat tersebut. Flavio tidak tinggal diam.

Ia menuding balik langkah hakim sebagai bentuk nyata intervensi terhadap proses demokrasi. Menurutnya, ini adalah upaya sistematis untuk membungkam suaranya dan ayahnya di tengah panasnya musim kampanye.

Meski begitu, Moraes tidak bergeming. Hakim Agung tersebut justru memperluas cakupan larangan hingga akhir masa pemungutan suara. Segala bentuk pernyataan bermuatan kampanye, baik yang dirilis langsung oleh Bolsonaro maupun melalui corong orang lain, kini resmi dilarang. Keputusan ini secara efektif mengunci suara sang mantan presiden agar tidak bisa menjangkau massa pendukungnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda