Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pengadilan Brasil Larang Flavio Bolsonaro Besuk Ayahnya 90 Hari

Gedung Mahkamah Agung Brasil dengan simbol keadilan dan dokumen hukum
Mahkamah Agung Brasil mengeluarkan perintah larangan kunjungan 90 hari terhadap Flavio Bolsonaro melalui Hakim Alexandre de Moraes. (Ilustrasi: AI)

BRASÍLIA — Mahkamah Agung Brasil mengeluarkan perintah yang melarang Flavio Bolsonaro, calon presiden dan senator, mengunjungi ayahnya Jair Bolsonaro selama 90 hari. Larangan itu dikeluarkan Hakim Alexandre de Moraes pada Senin (14/7) setelah pasangan ayah-anak itu melanggar syarat tahanan rumah mantan presiden tersebut.

Pokok Peristiwa

Pemicu keputusan hakim adalah Flavio yang membagikan surat tulisan tangan dari ayahnya di sebuah livestream media sosial. Jair Bolsonaro sendiri dilarang menggunakan media sosial atau berkomunikasi melalui pihak ketiga selama menjalani hukuman tahanan rumah.

Dalam surat itu, mantan pemimpin 73 tahun tersebut menyerukan agar sekutu politiknya menyingkirkan perbedaan dan mendukung kampanye presiden anaknya.

Jangka waktu 90 hari berarti Flavio tidak bisa menemui ayahnya hingga setelah putaran pertama pemilihan presiden Brasil pada 4 Oktober. Penangguhan ini secara signifikan menghambat momentum kampanye calon presiden konservatif itu menjelang pemungutan suara pertama, di mana putaran kedua kemungkinan akan digelar 25 Oktober.

Persoalan ini bermula dari ketegangan keluarga.

Jair Bolsonaro, yang dihukum lebih dari 27 tahun penjara bulan lalu karena plot menggulingkan hasil pemilihan 2022 yang dia kalah dari President Luiz Inácio Lula da Silva, sedang mengalami perpecahan dengan istrinya, mantan First Lady Michelle Bolsonaro.

Konteks

Surat yang dibagikan Flavio menjadi sinyal dukungan kuat dari ayahnya di tengah situasi keluarga yang tegang itu.

Flavio, yang menjadi pesaing utama Lula dalam jajak pendapat terbaru, langsung mengkritik keputusan hakim. “Ini tidak proporsional,” ujar senator tersebut dalam pernyataan publik. Dia juga menuduh Moraes, wakil ketua Mahkamah Agung Brasil, mencoba campur tangan dalam pemilihan.

Kubu kampanye Bolsonaro muda menyatakan putusan tersebut “ilegal dan tidak konstitusional” serta melanggar hak Flavio baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai salah satu pengacara ayahnya.

Hakim kemudian memberi tim pengacara Jair Bolsonaro waktu 48 jam untuk menjelaskan apakah mantan presiden itu mengetahui bahwa suratnya akan dipublikasikan secara online. Keputusan ini menunjukkan kegetiran pengadilan terhadap segala upaya mengambil celah dari ketentuan tahanan rumah yang sangat ketat.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Situasi Jair Bolsonaro sendiri semakin rumit. Pengikutnya terlibat kerusuhan dan menyerbu gedung pemerintah pada Januari 2023 dalam upaya pemberontakan yang gagal.

Hingga kini, mantan pemimpin yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak pernah mengakui kekalahan pemilihannya dan mengklaim tidak mendapat persidangan yang adil.

Dia tetap menjadi figur berpengaruh di sayap kanan Brasil dan secara terbuka mendukung anaknya sebagai penerus politiknya.

Kampanye Flavio sendiri telah menghadapi tantangan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir. Selain keputusan hakim ini, senator itu juga mendapat sorotan karena keterlibatannya dengan seorang bankir yang terkait dalam skandal keuangan besar. Perseteruan publik dengan ibu tirinya, Michelle Bolsonaro, turut melemahkan posisinya di mata pemilih.

Keputusan pengadilan membawa implikasi besar bagi strategi kampanye Flavio menjelang fase pertama pemilihan Oktober. Tanpa akses langsung kepada ayahnya untuk konsultasi pribadi dan dukungan moral selama tiga bulan penuh, kandidat itu harus fokus membangun narasi independen dan memperkuat basis suara sendiri di tengah kompetisi ketat melawan Lula yang masih menjadi favorit dalam survei terbaru.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda