JAKARTA — Penalti Bryson DeChambeau di The Open memantik perdebatan setelah pegolf Amerika Serikat itu diganjar hukuman dua pukulan pada putaran kedua di Royal Birkdale, Inggris, Jumat waktu setempat, 17 Juli 2026. Hukuman itu datang usai panitia menilai DeChambeau tanpa sengaja memperbaiki posisi bola atau lie-nya di rumput tebal pada hole kelima.
Kasus ini langsung mengubah jalannya papan atas turnamen major tertua di dunia. Dari bogey di hole itu, skor DeChambeau berubah menjadi triple-bogey tujuh, dan posisinya turun dari tujuh di bawah par menjadi lima di bawah par, tertinggal tiga pukulan dari Lucas Herbert yang memimpin klasemen sementara.
Penalti Bryson DeChambeau di The Open dan aturan yang dipakai
Video insiden memperlihatkan DeChambeau kembali ke area pukulan bersama pejabat aturan untuk meninjau ulang kejadian. Dalam cuplikan itu, ia tampak berdebat sengit dan bersikeras tidak sengaja melakukan pelanggaran.
R&A, otoritas yang mengatur The Open, kemudian menegaskan keputusan mereka lewat pernyataan Referee Grant Moir. “Bryson telah dijatuhi penalti dua pukulan karena tanpa sengaja memperbaiki area backswing yang dimaksud di hole kelima saat memainkan pukulan keduanya,” kata Moir.
Moir menjelaskan aturan 8.1 dalam golf melarang pemain memperbaiki kondisi yang dilindungi dan dapat memengaruhi pukulan, termasuk area ayunan yang direncanakan. “Perbaikan berarti mengubah satu atau lebih kondisi yang memengaruhi pukulan sehingga pemain mendapat potensi keuntungan. Itu tetap berlaku bahkan ketika tindakan itu terjadi secara tidak sengaja,” ujarnya.
Skor berubah, papan atas ikut bergeser
Efeknya terasa cepat. DeChambeau kini tercatat menutup putaran dengan 68 pukulan, lalu turun dari posisi yang semula hanya terpaut satu pukulan dari puncak menjadi tiga pukulan di belakang.
Lucas Herbert justru naik tenang ke depan klasemen. Pegolf Australia itu membukukan 62 pukulan pada putaran kedua, salah satu skor terendah dalam sejarah turnamen mayor putra. Ia kini memegang keunggulan dua pukulan.
Nama besar lain ikut ikut mencuri perhatian di hari yang sama. Rory McIlroy dan Scottie Scheffler juga masih berada dalam perburuan, meski The Open kali ini lebih banyak dibicarakan karena keputusan aturan yang menimpa DeChambeau ketimbang semata hasil pukulan di lapangan.
Apa arti keputusan ini bagi pegolf dan penonton
Kasus ini penting karena menunjukkan satu hal yang sering luput dari perhatian penonton kasual: di golf, kamera bisa jadi penentu nasib seorang pemain. Satu gerakan kecil di rumput tebal, kalau dianggap memperbaiki kondisi pukulan, bisa langsung mengubah skor dan strategi akhir turnamen.
Bagi pemain, konsekuensinya nyata. Margin kemenangan di turnamen major kerap tipis, dan dua pukulan tambahan bisa menjadi pembeda antara tetap dalam persaingan atau tercecer dari papan atas. Bagi penonton, insiden seperti ini juga membuat aturan golf terasa lebih dekat, karena keputusan tidak hanya lahir dari mata wasit di lapangan, tapi juga dari rekaman ulang yang dibedah frame demi frame.
Di studio analisis, Dame Laura Davies menilai kamera memang krusial dalam perkara semacam ini. “Bryson jelas membela posisinya, tapi berdasarkan apa yang mereka lihat di kamera dan apa yang mereka lihat di sana, mereka memutuskan itu penalti dua pukulan. Dia sekarang tertinggal tiga, bukan satu. Tidak bisa lebih dari itu — itulah mengapa kamera sangat penting untuk aturan,” kata Davies.
Wayne “Radar” Riley juga melihat keputusan R&A sudah dijelaskan dengan baik. Ia menyebut DeChambeau kemungkinan akan membawa rasa kesal itu ke putaran berikutnya, sementara penonton di venue justru bisa memberi dukungan lebih besar kepadanya setelah insiden yang serba tipis ini.
The Open masih berlanjut, dan keputusan atas penalti Bryson DeChambeau di The Open jelas belum jadi penutup cerita. Putaran berikutnya akan menentukan apakah ia bisa membalasnya di lapangan, atau justru keputusan dua pukulan itu menjadi momen yang mengubah arah perebutan gelar di Royal Birkdale.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.