Tak semua kabar datang manis. Uni Eropa bersiap menjatuhkan denda besar kepada Google karena dugaan pelanggaran Digital Markets Act.
Tuduhannya berkaitan dengan promosi layanan sendiri, seperti Google Flights dan AI Overview, di hasil pencarian. Praktik itu dinilai bisa mematikan kompetitor. Denda dihitung dari omzet global, dengan potensi beberapa ratus juta euro. Angka maksimalnya disebut bisa mencapai 10% dari omzet global.
Ini penting karena tekanan regulasi semacam itu bisa memengaruhi cara Google menata hasil pencarian, iklan, dan integrasi AI di layanan intinya. Jika banding diajukan, prosesnya diperkirakan panjang.
5. Penalti untuk back button hijacking
Bagi pemilik situs, Google juga memberi sinyal keras. Pada 15 Juni 2026, perusahaan itu resmi menjatuhkan penalti ke website yang melakukan back button hijacking, praktik ketika tombol Back justru mengarahkan pengguna ke iklan atau pop-up.
Dampaknya langsung ke performa pencarian: ranking turun, visibility berkurang, dan bisa berujung pada penalti manual. Google juga meluncurkan fitur baru di Google Search Console untuk melacak performa konten di AI Overview, Citation AI Search, dan traffic dari AI assistant.
Artinya, strategi SEO berubah cepat. Pengelola situs tidak cukup lagi mengejar klik. Mereka harus menyesuaikan konten agar tetap terbaca sistem pencarian yang semakin dipengaruhi AI.
6. Gemini tembus 750 juta pengguna
Dari sisi bisnis, Google tetap punya alasan untuk optimistis. Gemini kini disebut memiliki 750 juta pengguna. Pada kuartal 1 2026, Google juga menambah 25 juta pelanggan berbayar.
Total pelanggan berbayar mencapai 350 juta, didorong oleh YouTube Premium dan Google One. Angka ini menunjukkan strategi AI Google mulai menyentuh pendapatan, bukan berhenti di demo produk.
Untuk pasar, ini sinyal bahwa layanan AI dan langganan digital makin saling terkait. Google tidak lagi sekadar menjual mesin pencari. Perusahaan ini membangun ekosistem berbayar yang bertumpu pada AI, penyimpanan, video, dan perangkat.
7. Google membantah tuduhan manipulasi data
Di tengah tekanan monopoli, Google membantah tuduhan manipulasi data. Isu itu mencuat karena posisinya sebagai penguasa platform yang punya pengaruh besar terhadap distribusi informasi dan trafik digital.
Rangkaian berita sepanjang Juli 2026 memperlihatkan satu pola yang jelas. AI jadi poros utama, perangkat keras ikut didorong, dan regulator makin agresif mengawasi praktik bisnis perusahaan teknologi besar.
Bagi industri digital, arah Google terasa tegas. Mesin pencari, ponsel, tablet, hingga layanan berlangganan kini bergerak ke satu tujuan yang sama: pengalaman AI yang lebih dalam, tapi juga lebih diawasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.