Jumat, 4 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Leuven Tolak Jadi Tuan Rumah, Union Saint-Gilloise Kembali Disorot

Leuven Tolak Jadi Tuan Rumah, Union Saint-Gilloise Kembali Disorot
Leuven Tolak Jadi Tuan Rumah, Union Saint-Gilloise Kembali Disorot. (Ilustrasi: AI)

Wali Kota Leuven, Belgia, menolak kota itu dijadikan tuan rumah laga Liga Europa yang melibatkan klub Israel. Keputusan ini ikut menyeret Union Saint-Gilloise kembali ke pusaran sorotan, setelah klub asal Belgia itu lebih dulu mencuri perhatian lewat rangkaian laga besar di Eropa dan kabar transfer pemainnya.

Leuven menolak, isu laga Eropa memanas

Penolakan dari Wali Kota Leuven membuat rencana penyelenggaraan pertandingan tak bisa berjalan mulus. Laga yang dimaksud berkaitan dengan kompetisi Liga Europa dan lawan yang datang dari klub Israel. Situasinya sensitif. Sangat sensitif.

Di saat yang sama, Union Saint-Gilloise tetap berada dalam lanskap berita Eropa yang padat. Nama klub itu muncul bukan cuma karena urusan lapangan, tapi juga karena dinamika di luar pertandingan. Dari Belgia sampai Italia, perhatian publik tertuju ke klub ini. Dan perhatian itu belum reda.

Jejak Union di Liga Champions masih segar

Bicara soal performa, Union Saint-Gilloise sempat jadi lawan berat Inter Milan di Liga Champions musim 2025/2026. Pada 22 Oktober 2025, Inter menghantam mereka 4-0 di Stadion Lotto Park, Anderlecht. Saat itu, Denzel Dumfries, Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu, dan Francesco Pio Esposito bergantian mencetak gol untuk Nerazzurri.

Inter tampil dominan dalam laga itu. Mereka menguasai 67 persen bola dan melepaskan 20 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Kemenangan telak itu mengangkat Inter ke posisi kedua klasemen fase grup dengan sembilan poin dari tiga laga. Union justru melorot ke urutan 23 dengan tiga poin. Berat. Tapi bukan akhir dari sorotan mereka di panggung Eropa.

Khalaili ke Inter, Union harus merelakan

Kini perhatian lain mengarah ke bursa transfer. Inter dan Union Saint-Gilloise disebut sudah mencapai kesepakatan untuk Anan Khalaili senilai 25 juta euro ditambah bonus. Pemain kelahiran 2004 asal Israel itu juga telah memberi persetujuan dan segera meninggalkan Belgia untuk bergabung dengan Inter.

Langkah Inter mengejar Khalaili terjadi setelah tawaran awal 23 juta euro plus bonus ditolak Union. Klub Belgia itu baru melunak setelah proposal dinaikkan sesuai permintaan mereka. Khalaili dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis pada Sabtu sebelum resmi meneken kontrak lima tahun hingga 2031, dengan bayaran sekitar 1,8 juta euro per musim.

Transfer ini penting buat Inter. Setelah melepas Denzel Dumfries dan memburu pengganti di sisi kanan, klub Italia itu mendapatkan opsi baru dari Belgia. Dari kubu Union, kepergian Khalaili menambah daftar tantangan yang harus mereka hadapi di tengah jadwal Eropa yang padat. Satu pemain pergi, tensi tetap tinggi. Dan pada saat yang sama, kota lain di Belgia justru menutup pintu untuk laga yang melibatkan klub Israel.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda