Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Lonjakan Lagu AI di Deezer: Lebih dari 50 Persen Musik Kini Palsu

Visualisasi abstrak musik digital yang terdistorsi oleh teknologi AI
Layanan streaming musik kini berupaya memfilter konten buatan AI yang membanjiri pustaka musik mereka. (Ilustrasi: AI)

Industri musik digital sedang tidak baik-baik saja. Deezer baru saja mengungkap data mengejutkan yang menunjukkan lebih dari separuh lagu yang masuk ke platform mereka sepanjang Juni 2026 merupakan hasil olahan kecerdasan buatan, bukan karya musisi manusia.

Kondisi ini jelas bukan sekadar tren. Angka tersebut melompat jauh dari posisi Desember tahun lalu yang masih di kisaran 30 persen. Kemudian, perlahan merangkak naik hingga menyentuh angka 44 persen pada April 2026. Kini, dominasi konten mesin sudah menembus batas 50 persen. Artinya, setiap dua lagu yang mampir di beranda pengguna, satu di antaranya hampir pasti lahir dari barisan kode komputer.

Invasi Musik "Instan" untuk Royalti

Lebih dari 90.000 trek musik baru lahir dari mesin setiap bulannya. Masalahnya, ribuan lagu ini tidak dibuat untuk dinikmati. Pelakunya punya niat lain. Mereka menggunakan skrip otomatis untuk membanjiri pustaka musik dengan konten berkualitas rendah demi satu tujuan: mengeruk royalti secara tidak sah.

Sistem pembayaran royalti di layanan streaming saat ini memang punya celah. Platform biasanya membagi pendapatan berdasarkan total jumlah putar atau stream share. Para oknum ini memanfaatkan celah tersebut. Mereka mengunggah konten secara massal tanpa henti. Strateginya sederhana namun licik.

Meski satu lagu hanya didengarkan sedikit, akumulasi dari ribuan lagu sampah tersebut mampu menyedot porsi royalti yang seharusnya menjadi hak musisi asli yang berkarya dengan keringat.

Bayangkan, karya musik yang butuh waktu berbulan-bulan untuk diproduksi seorang seniman kini harus bersaing dengan ribuan trek “sampah” yang tercipta hanya dalam hitungan detik. Ruang dengar pendengar pun jadi sesak. Musik yang benar-benar punya jiwa pelan-pelan tergeser oleh banjir konten instan yang tidak punya kedalaman emosional.

Bersih-bersih Pustaka Digital

Melihat kondisi yang kian liar, Deezer akhirnya mengambil langkah sapu jagat. Mereka memutuskan untuk menghapus secara sistematis lagu-lagu yang terindikasi sebagai alat penipuan streaming. Sasaran utamanya jelas: trek AI yang tidak memiliki nilai artistik serta lagu-lagu yang sama sekali tidak tersentuh pendengar dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda