Minggu, 6 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

AHY: Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya

AHY: Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat

Agus Harimurti Yudhoyono berdiri tegak di atas podium DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Di depan ribuan kader yang memadati lokasi peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, ia melempar pernyataan yang menohok soal hakikat jabatan publik. Baginya, kekuasaan hanyalah pinjaman, bukan hak milik yang bisa digenggam selamanya.

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” tegas AHY di hadapan para pengurus dan simpatisan. Suaranya terdengar lantang, memecah keriuhan suasana perayaan perak partai tersebut.

Belajar dari Sepuluh Tahun SBY

AHY tidak sekadar berteori. Ia menarik ingatan audiens ke masa 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menyoroti transisi kekuasaan yang berlangsung damai dan demokratis saat ayahnya menuntaskan dua periode kepemimpinan. Baginya, itu adalah preseden emas bagi demokrasi di tanah air.

Pergantian tampuk kepemimpinan bukanlah kiamat. Justru, itulah nyawa dari sistem demokrasi kita. “Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode,” ucapnya lugas.

Bagi AHY, pemahaman ini krusial untuk ditanamkan dalam benak kader Partai Demokrat. Dia mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki siklus. Ada awal, tentu ada akhirnya. Politik bukan jalan pintas untuk melanggengkan posisi pribadi, melainkan jalur pengabdian yang terikat oleh aturan main konstitusi.

Tanggung Jawab Tak Pernah Padam

Meskipun masa jabatan ada batasnya, AHY menegaskan bahwa dedikasi terhadap masyarakat tidak boleh ikut berhenti. Pria yang kini menjabat sebagai Menteri ATR/BPN ini mencoba membedakan antara posisi politik dan tanggung jawab moral seorang politisi.

“Para pejuang Demokrat di seluruh tanah air, kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai,” ujarnya penuh penekanan. Kalimat itu seolah menjadi pesan penutup bagi para kader yang sempat terlena dengan euforia politik praktis.

Perayaan perak ini menjadi momentum refleksi besar bagi Partai Demokrat. Setelah 25 tahun berdiri, mereka kini berada di posisi yang berbeda dibandingkan satu dekade silam. Pidato AHY bukan hanya soal internal partai, melainkan otokritik bagi seluruh elemen bangsa tentang bagaimana memandang amanah publik.

Ruangan sempat hening sesaat setelah AHY menutup poin utamanya. Kader dari berbagai daerah terlihat menyimak, mencatat, bahkan beberapa tampak mengangguk setuju. Konsistensi dalam mematuhi batas kekuasaan diyakini AHY sebagai fondasi utama partai jika ingin tetap relevan di masa depan. Bukan dengan memaksakan kehendak, tapi dengan menghormati rotasi kepemimpinan yang sehat.

Tahun 2026 ini bukan sekadar angka usia bagi Demokrat. Ini adalah titik balik di mana mereka mulai memproyeksikan diri ke pemilihan-pemilihan berikutnya dengan narasi yang lebih segar. Fokus partai kini lebih banyak tertuju pada bagaimana menjaga eksistensi melalui karya nyata, bukan sekadar menjaga pengaruh di lingkaran kekuasaan semata.

Selesai menyampaikan pidatonya, AHY turun dari panggung dan disambut sorak-sorai kader. Tidak ada gestur berlebihan, hanya senyum tipis. Ia meninggalkan podium, namun pesan soal batas kekuasaan itu telanjur menjadi topik hangat di kalangan pengamat politik sore itu.

Bagi Demokrat, ujian sesungguhnya bukan sekadar memenangkan pemilu, tapi tetap setia mengabdi saat kursi kekuasaan tidak lagi berada dalam genggaman.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 6 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online