Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Musda VII Demokrat Jatim Digelar, 40 Pemegang Hak Suara Hadir

Musda VII Demokrat Jatim Digelar, 40 Pemegang Hak Suara Hadir
Musda VII Demokrat Jatim Digelar, 40 Pemegang Hak Suara Hadir

Novotel Samator Surabaya mendadak riuh oleh kehadiran para pengurus Partai Demokrat dari seluruh penjuru Jawa Timur.

Sebanyak 40 pemegang hak suara yang merupakan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten dan kota hadir untuk menuntaskan agenda penting: Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 28 hingga 29 Agustus 2026, menjadi panggung bagi konsolidasi internal partai berlambang bintang mercy tersebut.

Pintu ruang pertemuan dibuka sejak pagi. Puluhan perwakilan daerah ini berkumpul dengan satu tujuan utama. Mereka membawa mandat dari basis masing-masing untuk menyatukan visi politik di tingkat provinsi.

Atmosfer di lokasi cukup serius, namun tetap cair karena sesekali terlihat diskusi santai antar kader sebelum sesi pleno dimulai. Keputusan yang lahir dari forum ini nantinya akan menentukan arah kebijakan partai di Jawa Timur untuk periode mendatang.

Menguji Kekuatan Akar Rumput

Keterlibatan 40 ketua DPC dalam musyawarah ini bukan sekadar formalitas. Mereka adalah pemilik suara sah yang menjadi penentu kebijakan organisasi. Kehadiran utuh dari seluruh DPC menunjukkan soliditas struktur organisasi dari tingkat bawah.

Partai ingin memastikan setiap langkah strategis yang diambil benar-benar mencerminkan keinginan para kader di akar rumput. Setiap ketua DPC membawa aspirasi warga dari daerah asalnya masing-masing.

Di dalam ruang musyawarah, perdebatan teknis sering terjadi. Setiap daerah memiliki dinamika politik yang berbeda-beda. Ada DPC dari kawasan mataraman yang memiliki karakter pemilih unik, berbeda dengan daerah Tapal Kuda atau wilayah Madura.

Perbedaan ini menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam penyusunan program kerja partai ke depan. Namun, mereka punya hak voting yang setara. Suara dari daerah kecil di pelosok memiliki bobot yang sama dengan suara dari kota-kota besar di Jawa Timur.

Penyelarasan Visi di Ibu Kota

Dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah tentu bukan tanpa alasan. Sebagai ibu kota provinsi, aksesibilitas menjadi kunci utama. Peserta dari ujung timur Banyuwangi hingga ujung barat Pacitan bisa menjangkau lokasi dengan relatif mudah.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda