Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Transaksi Ekonomi Digital Q2 2026 Meledak: QRIS Tumbuh 100,12% dan BI-FAST 1,5 Miliar

Transaksi Ekonomi Digital Q2 2026
Transaksi Ekonomi Digital Q2 2026 Meledak: QRIS Tumbuh 100,12% dan BI-FAST 1,5 Miliar. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Transaksi pembayaran digital di Indonesia mencatatkan pertumbuhan pesat pada Triwulan II 2026 seiring dengan semakin luasnya adopsi teknologi finansial di tengah masyarakat. Keandalan sistem pembayaran yang aman dan lancar menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi digital ini tetap melaju kencang.

Volume transaksi pembayaran digital sepanjang Q2 2026 berhasil menyentuh angka 16,07 miliar transaksi. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Perluasan akseptasi pembayaran digital di berbagai sektor usaha di seluruh Indonesia menjadi motor utama lonjakan transaksi tersebut.

Dampak langsung dari tren ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga konsumen di berbagai daerah. Proses transaksi yang kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik tanpa perlu uang kembalian meningkatkan efisiensi operasional usaha secara signifikan. Bagi masyarakat luas, kemudahan ini memangkas waktu antrean di kasir dan meminimalisasi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Lompatan QRIS dan Kinerja Mobile Banking

Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS kembali memposisikan diri sebagai primadona dalam lanskap pembayaran digital nasional. Penggunaan metode pemindaian kode bar ini tumbuh hingga dua kali lipat dalam setahun terakhir.

Berikut adalah rincian pertumbuhan kinerja instrumen pembayaran digital di Indonesia sepanjang Triwulan II 2026:

Instrumen Pembayaran Pertumbuhan (yoy)
QRIS 100,12%
Mobile Banking 31,39%
Internet Banking 16,88%

Kinerja QRIS yang sangat agresif ini ditopang erat oleh penambahan jumlah pengguna baru secara konsisten. Selain itu, perluasan jaringan merchant atau mitra pedagang yang menyediakan opsi pembayaran berbasis kode QR di berbagai penjuru wilayah turut mempercepat penetrasi teknologi ini.

Kinerja Infrastruktur BI-FAST dan BI-RTGS

Di balik masifnya aktivitas transaksi ritel masyarakat, kesiapan infrastruktur sistem pembayaran yang dikelola oleh Bank Indonesia juga menunjukkan kinerja yang kokoh. Layanan transfer dana antarbank, baik untuk segmen ritel maupun nilai besar, mencatatkan kenaikan volume yang signifikan.

Sistem BI-FAST yang melayani transfer ritel mencatat volume transaksi sebesar 1.529 juta transaksi pada Q2 2026. Angka tersebut tumbuh 38,09 persen secara tahunan dengan total nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun. Sementara itu, sistem transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS mencatat volume 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen (yoy) dengan nilai nominal menyentuh Rp53.492 triliun.

Uang Kartal Tetap Bertumbuh

Meskipun adopsi sistem pembayaran non-tunai terus melonjak tajam, penggunaan uang tunai fisik di tengah masyarakat rupanya belum kehilangan tajinya. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan uang kertas dan logam masih tetap tinggi.

Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Triwulan II 2026 tercatat mencapai Rp1.315 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 14,03 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data ini mengindikasikan bahwa metode pembayaran berbasis digital dan transaksi konvensional menggunakan uang tunai saat ini masih berjalan berdampingan secara harmonis di dalam ekosistem keuangan Indonesia.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda