JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Huawei MatePad Pro Max resmi meluncur global pada 7 Mei 2026. Tablet flagship ini mencuri perhatian karena diklaim sebagai tablet 13 inci tertipis di dunia dengan ketebalan 4.7mm.
Posisinya jelas menyasar pengguna yang butuh perangkat kerja sekaligus buat gambar, terutama kreator yang mencari layar besar, bodi tipis, dan aksesori penunjang produktivitas. Tapi harga globalnya juga masuk kelas premium.
Harga Huawei MatePad Pro Max 2026
Huawei belum resmi membawa perangkat ini ke Indonesia. Karena itu, acuan yang tersedia masih harga global dari pasar luar negeri.
| Varian | Harga Global | Perkiraan IDR |
|---|---|---|
| Space Gray 512GB | €1,099 | Rp19.2 Jutaan |
| Blue + Glide Keyboard | €1,299 | Rp22.7 Jutaan |
| UK | £999.99 | Rp20.5 Jutaan |
Di pasar Indonesia, angka akhirnya sangat mungkin berubah karena pajak dan jalur distribusi. Artinya, harga yang beredar sekarang lebih cocok dibaca sebagai patokan awal, bukan harga jual resmi.
Spesifikasi Huawei MatePad Pro Max
Di atas kertas, Huawei mendorong MatePad Pro Max sebagai tablet kelas atas dengan panel besar dan bodi ringan. Kombinasi ini memang jarang ditemukan di satu perangkat.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Layar | 13.2 inci OLED PaperMatte, 3K 3000×2000, 144Hz, 1600 nits |
| Chipset | Kirin T93 Pro |
| RAM | 12GB |
| Storage | 512GB |
| Baterai | 10400mAh |
| Pengisian daya | 66W |
| OS | HarmonyOS 4.3 |
| Bobot | 499 gram |
| Tebal | 4.7mm |
| Fitur | 6 Speaker, M-Pencil Pro, WiFi 7, Bluetooth 6.0 |
Layar PaperMatte dan resolusi 3K jadi nilai jual paling kuat. Buat kerja visual, membaca dokumen panjang, atau coret-coret dengan stylus, paket ini memang disusun untuk memberi pengalaman premium. Baterai 10400mAh dan pengisian 66W ikut menjaga tablet ini tetap relevan untuk mobilitas.
Kelebihan dan kekurangan Huawei MatePad Pro Max
Huawei menempatkan kelebihan utamanya di sisi tampilan, desain, dan dukungan aksesori. Tablet ini tipis, ringan, dan punya panel yang sangat agresif untuk kelas flagship.
Di sisi lain, ada beberapa catatan yang ikut membatasi daya tariknya. Perangkat ini belum punya Play Store bawaan, harga tergolong mahal, dan keyboard dijual terpisah. Jadi, nilai total pembelian bisa membengkak kalau ingin paket kerja yang lengkap.
Untuk pengguna yang fokus pada desain, ilustrasi, atau pekerjaan yang banyak mengandalkan layar besar dan pena digital, MatePad Pro Max terlihat masuk akal. Tapi bagi pemakai kasual yang sekadar menonton dan membuka media sosial, kelas harganya terasa berat. Di titik itu, pilihan yang lebih rendah seperti MatePad 11.5 tampak lebih realistis.
Soal nilai beli di 2026
Yang membuat perangkat ini penting bukan hanya spesifikasinya, melainkan arah pasar yang ingin dibidik Huawei. Mereka menaruh MatePad Pro Max di wilayah yang biasanya ditempati tablet premium untuk kerja kreatif, bukan sekadar konsumsi konten.
Karena statusnya masih meluncur global, fokus berikutnya ada pada seberapa cepat produk ini masuk pasar Indonesia dan berapa harga akhirnya setelah pajak serta distribusi dihitung. Di level saat ini, MatePad Pro Max sudah memberi sinyal kuat yakni Huawei ingin bersaing di segmen tablet mahal dengan layar besar dan bodi super tipis.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.