JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah melancarkan transformasi besar pada 2026. Di bawah payung program Danantara, Telkom berfokus merampingkan lini bisnis dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui sejumlah aksi korporasi.
Salah satu langkah paling agresif adalah perampingan jumlah anak usaha. Telkom menargetkan pengurangan drastis dari lebih dari 60 entitas menjadi kurang dari 20 perusahaan.
Rampingkan Bisnis: Divestasi Anak Usaha hingga Efisiensi Belanja Modal
Direktur Utama Dian Siswarini mengumumkan bahwa Telkom akan melakukan perampingan besar-besaran anak usahanya. Saat ini, Telkom memiliki lebih dari 60 anak usaha. Targetnya, jumlah ini akan dipangkas hingga kurang dari 20 perusahaan untuk mendorong efisiensi.
Hingga Semester I-2026, Telkom sudah merampungkan streamlining 10 entitas. Beberapa di antaranya, seperti AdMedika dan Telkomedika, telah didivestasi ke Fullerton Health. Tujuan utama perampingan ini adalah mengalihkan belanja modal perusahaan ke bisnis inti telekomunikasi.
Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan alokasi sumber daya. Dengan begitu, Telkom bisa lebih fokus pada pengembangan sektor-sektor strategis yang menunjang pertumbuhan jangka panjang.
Aksi Korporasi Jumbo: Buyback Saham dan Dividen Tunai
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom telah menyetujui dua aksi korporasi penting. Pertama, buyback saham senilai Rp4 triliun. Aksi ini dimulai pada 9 Juni 2026 dan berlangsung hingga 8 Juni 2027.
Kedua, pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun. Angka ini terdiri dari laba tahun buku 2025 sebesar Rp17,8 triliun ditambah saldo laba senilai Rp4,2 triliun. Manajemen menyebut strategi ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Dividen jumbo juga menjadi sinyal kuat komitmen perusahaan terhadap pengembalian nilai kepada pemegang saham.
Kinerja Awal 2026 dan Target TLKM 30
Telkom mengawali 2026 dengan kinerja yang solid. Pada Kuartal I-2026, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp37,2 triliun, tumbuh 1,5 persen secara tahunan (YoY). Namun, laba bersih pada periode yang sama turun 3,7 persen YoY menjadi Rp5,1 triliun.
Di sisi lain, Mobile Average Revenue Per User (ARPU) Telkomsel menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai Rp45.100 atau naik 6,4 persen YoY. Untuk keseluruhan 2026, Telkom menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran low-to-mid single digit melalui program strategisnya, TLKM 30. Program ini berfokus pada lima pilar utama: B2C, Digital Infrastructure, B2B ICT, International Business, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di seluruh segmen.
Dorong Kedaulatan Digital Melalui AdyaCakra
Selain transformasi internal dan aksi korporasi, Telkom juga aktif dalam upaya penguatan ekosistem digital nasional. Perusahaan meluncurkan inisiatif AdyaCakra melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Inisiatif ini berfokus pada pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Dengan membangun infrastruktur dan kapabilitas teknologi yang mandiri, Telkom berharap dapat mendukung keamanan dan kemandirian data nasional, sekaligus mendorong inovasi di sektor digital.
Keterlibatan Telkom dalam AdyaCakra menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga berkontribusi pada agenda strategis negara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.