Minggu, 26 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Brain Visualizer: Teknologi Pemindai Aktivitas Otak Anak di Jakarta

Anak menggunakan perangkat Brain Visualizer untuk memantau aktivitas otak
Perangkat Brain Visualizer digunakan untuk memantau lima fungsi saraf anak secara real-time melalui teknologi sensor EEG. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Orang tua kini memiliki cara baru untuk mengintip apa yang terjadi di dalam kepala buah hati mereka saat sedang bermain atau belajar. PT Wyeth Nutrition S-26 menghadirkan inovasi pemindai gelombang elektrik bernama Brain Visualizer yang mampu menampilkan aktivitas otak anak secara real-time.

Teknologi ini hadir dalam acara edukatif imersif bertajuk “S-26 Exceptional Journey: Journey Inside the Brain” yang berlangsung di Senayan City Mall, Jakarta, pada 24-26 Juli 2026.

Alat ini merupakan hasil kolaborasi Wyeth Nutrition S-26 dengan perusahaan mindtech asal Inggris, Mindplay UK, dan menjadi perangkat pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi electroencephalogram (EEG) untuk konsumen umum.

Cara Kerja Pemindai Gelombang Otak

Banyak orang tua sering merasa ragu apakah stimulasi yang diberikan kepada anak sudah tepat sasaran. Menurut Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, perangkat ini hadir untuk menjawab ketidaktahuan tersebut.

“Banyak banget ibu bisa melihat apa yang terjadi sehari-hari pada anaknya, tapi enggak kebayang gimana sih sebenarnya isi kepala anaknya,” ujar Vera di lokasi pameran, Jumat (24/7/2026).

Secara teknis, perangkat ini bekerja dengan membaca aktivitas elektrik pada kepala tanpa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Ahli neurosains sekaligus pendiri NeuroCreate, dr. Shama Rahman, menjelaskan bahwa instrumen ini menggunakan tiga sensor kering yang diletakkan di dahi.

“Exceptional Brain Visualizer 100 persen aman dan menggunakan tiga sensor kering di dahi untuk mengukur aktivitas gelombang elektrik otak,” kata Shama melalui tayangan video.

Memetakan Lima Fungsi Utama Saraf

Proses pemetaan otak dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Saat anak berinteraksi dengan berbagai permainan, sensor akan menangkap data kelistrikan di kepala dan mengirimkannya melalui tautan Bluetooth ke layar tablet. Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi visualisasi yang mudah dimengerti.

Perangkat ini dirancang untuk memetakan lima fungsi utama saraf anak, yaitu fokus, memori, pemecahan masalah, kreativitas, serta bahasa. Vera menambahkan bahwa kenyamanan anak menjadi prioritas dalam desain perangkat ini. “Bahasa gampangnya, Brain Visualizer ini adalah semacam smartwatch, tapi untuk melihat apa yang terjadi pada lima fungsi area otak si kecil,” tuturnya.

Kehadiran teknologi ini menjadi krusial bagi orang tua dalam mengenali minat dan potensi anak dengan lebih presisi. Dengan memahami bagaimana otak bereaksi terhadap rangsangan, orang tua dapat memberikan stimulasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan saraf anak di usia dini.

Rancangan alat ini pun dibuat sedemikian rupa agar tidak mengintimidasi, sehingga anak-anak, termasuk balita, tetap merasa nyaman saat menggunakannya untuk memantau tingkat perhatian dan relaksasi mereka.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda