Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Nvidia 2026: Cetak Rekor $81.6 Miliar, Rilis Vera Rubin, dan Tantang Intel di Pasar CPU

NVIDIA 2026
Nvidia 2026: Cetak Rekor $81.6 Miliar, Rilis Vera Rubin, dan Tantang Intel di Pasar CPU. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMNvidia 2026 kembali mencatat lonjakan besar pada kuartal 1 FY 2027 dengan revenue tembus $81.6 Miliar, naik 85% year on year. Kinerja itu menegaskan perusahaan ini belum kehilangan tenaga di pasar chip AI.

Dampaknya jelas. Porsi terbesar masih datang dari data center, sementara Nvidia juga mulai memasuki fase baru lewat peluncuran Vera Rubin dan masuk ke pasar CPU lewat Vera CPU. Dua langkah ini membuat arah bisnis perusahaan makin lebar, tidak lagi bertumpu pada GPU semata.

Nvidia 2026 masih ditopang data center

Laporan Mei 2026 menunjukkan revenue Nvidia mencapai $81.62 Miliar, naik 85.2% year on year. Dari jumlah itu, data center menyumbang $75.2 Miliar atau naik 92% dan menyumbang 91% total pendapatan.

Margin perusahaan juga masih tebal, berada di level 75%. Angka ini penting karena memberi ruang bagi Nvidia untuk terus belanja pengembangan produk baru tanpa kehilangan daya dorong utama dari bisnis inti. Analis bahkan memprediksi revenue 2026 bisa mencapai $392 Miliar.

Vera Rubin jadi penerus Blackwell

Di sisi produk, Nvidia menyiapkan Vera Rubin sebagai penerus Blackwell. Perusahaan mengklaim chip ini 10x lebih efisien. Produksi massal dijadwalkan mulai fall 2026.

Nama-nama besar sudah masuk antrean pesanan. Meta, Amazon, Google, dan OpenAI disebut telah memesan chip itu. Artinya, permintaan tetap sangat kuat bahkan sebelum produksi massal dimulai. Ini sinyal bahwa persaingan di kelas chip AI belum melambat.

Langkah ini juga penting bagi industri cloud dan pusat data. Saat perusahaan teknologi besar berebut daya komputasi, chip yang lebih efisien bisa mengubah biaya operasional dan kapasitas layanan mereka. Bagi pasar, itu berarti standar baru untuk performa AI akan makin tinggi.

Nvidia masuk CPU dan kejar pasar sovereign AI

Nvidia juga membuat kejutan lewat Vera CPU, CPU pertama mereka yang khusus untuk AI agent. Perusahaan menargetkan pendapatan $20 Miliar pada 2026 dari pasar $200 Miliar. Chip itu disebut dikirim langsung ke Anthropic, OpenAI, dan Oracle.

Di jalur lain, Nvidia membidik sovereign AI. Jepang lewat aliansi Noetra disebut memesan 27.500 GPU Rubin. Pendapatan Sovereign AI Nvidia pada 2026 sudah mencapai $30 Miliar, naik 3x.

Untuk grafis, Nvidia mengumumkan DLSS 5 di SIGGRAPH. Teknologi itu memungkinkan rendering real-time memakai AI. Buat industri gim dan visual, ini menjadi pengingat bahwa Nvidia tidak hanya bermain di server, tapi juga tetap menjaga kaki di pasar konsumen dan kreator.

Persaingan dan ruang data center jadi ganjalan

Meski dominan, Nvidia masih menghadapi dua tantangan besar. Pertama, chip custom dari Meta dan Google yang penjualannya diprediksi naik 45%. Kedua, banyak perusahaan ingin membeli GPU, tetapi data center mereka belum siap menampungnya.

Di titik ini, masalah Nvidia bukan hanya soal permintaan. Pasokan dan kesiapan infrastruktur ikut menentukan seberapa cepat pendapatan bisa terus mengalir. Kalau data center terlambat, chip mahal pun belum tentu langsung menghasilkan uang.

Target berikutnya sudah terlihat. Chip baru, pesanan besar, dan dorongan ke pasar CPU membuat Nvidia 2026 bergerak ke babak yang lebih luas dari sekadar penjualan GPU.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda