CHANGZHOU — Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengukir catatan impresif di kancah bulu tangkis dunia. Dalam durasi dua pekan beruntun, mereka berhasil menyabet dua gelar juara turnamen level tinggi, yakni Jepang Terbuka dan China Terbuka.
Pokok Peristiwa
Keberhasilan ini semakin terasa istimewa karena mereka menaklukkan pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dalam dua partai final tersebut.
Pada partai puncak China Terbuka BWF World Tour Super 1000 yang berlangsung di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Minggu (26/7/2026), Fajar/Fikri memetik kemenangan dramatis 16-21, 21-19, 21-19 atas Kim/Seo. Pertandingan yang menguras fisik itu tuntas dalam waktu 1 jam 11 menit.
Kemenangan ini sekaligus menempatkan Fajar/Fikri sebagai ganda putra Indonesia yang mampu mempertahankan gelar China Terbuka dalam dua tahun berturut-turut, menyamai catatan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2016 dan 2017.
Performa apik ini menjadi pembuktian bagi Fajar/Fikri setelah hasil kurang memuaskan di Indonesia Terbuka Juni lalu. Fajar mengungkapkan, kegagalan di kandang sendiri sempat membuat mereka terpukul, namun justru menjadi pelecut semangat untuk menjawab keraguan publik.
Konteks
Kehadiran mereka di persaingan papan atas kini semakin diperhitungkan, terutama lewat kemampuan adaptasi cepat dalam mengolah bola di depan net yang sering mengejutkan lawan.
Daya tahan mental pasangan asal klub SGS Bandung ini terlihat menonjol saat menghadapi situasi kritis. Di gim ketiga final, Fajar/Fikri sempat unggul 18-15, namun lawan memaksa skor berimbang di posisi 19-19.
Dalam fase krusial tersebut, mereka berhasil mengamankan dua poin beruntun untuk mengunci kemenangan. Sebelumnya, di semifinal, mereka juga menunjukkan ketenangan serupa dengan menaklukkan pasangan tuan rumah Liang Wei Keng/Wang Chang melalui skenario perebutan poin yang sangat ketat.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Fajar mengakui bahwa kondisi fisik mereka benar-benar diuji setelah melakoni jadwal padat selama dua minggu. “Kami sebenarnya menggunakan sisa-sisa tenaga. Saya berterima kasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan,” kata Fajar selepas laga.
Kerja sama yang padu ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi tantangan lebih besar, yakni Kejuaraan Dunia di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus mendatang.
Pencapaian di China Terbuka ini sekaligus menjadi modal kepercayaan diri Fikri yang akan menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia sebagai pasangan dengan Fajar. “Dengan hasil ini, kami berharap bisa mendapatkan hasil yang baik juga di Kejuaraan Dunia.
Setelah pulang, kami akan langsung melakukan persiapan yang intensif,” ujar Fikri. Konsistensi yang ditunjukkan pasangan ini menjadi sinyal positif bagi sektor ganda putra Indonesia dalam menghadapi turnamen-turnamen mayor ke depannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.