Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Modi Soroti Impor China hingga Kedaulatan AI dan Keamanan Siber

Modi Soroti Impor China hingga Kedaulatan AI dan Keamanan Siber
Foto: Bilal Ahmed/Pexels

NEW DELHI — Perdana Menteri India, Narendra Modi, menggelar pertemuan strategis bersama jajaran sekretaris kementerian pada Selasa lalu. Agenda ini menyoroti sejumlah tantangan besar yang mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan nasional, mulai dari maraknya impor murah produk China hingga urgensi kedaulatan teknologi. Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan upaya mendesak India untuk menjaga kedaulatan ekonomi di tengah dinamika pasar global yang semakin agresif dan penuh ketidakpastian.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut secara khusus membedah ancaman praktik *dumping* produk asing. Sektor baja dan energi terbarukan menjadi sorotan utama. Kementerian terkait menekankan perlunya proteksi bagi pemain domestik di tengah menurunnya permintaan global, yang memicu banjir produk murah ke pasar India. Ketika produk baja dari luar negeri masuk dengan harga jauh di bawah biaya produksi lokal, ribuan UMKM di India terancam gulung tikar. Efek dominonya sangat nyata bagi angka pengangguran nasional.

Urgensi Kedaulatan AI dan Keamanan Siber

Di luar isu perdagangan, diskusi mengenai kedaulatan teknologi menjadi poin krusial. Sekretaris Dalam Negeri, Govind Mohan, memberikan peringatan keras soal ketergantungan pada pihak asing dalam sistem vital. Ia menegaskan, India harus segera memandirikan teknologi keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) agar tidak disalahgunakan oleh aktor luar sebagai alat penekan negara. Kedaulatan digital bukan lagi sekadar impian, melainkan garda depan pertahanan modern.

Tanpa infrastruktur AI yang mandiri, data sensitif warga negara dan rahasia militer bisa terekspos. “Kita tidak bisa membiarkan arsitektur keamanan kita bertumpu pada platform yang tidak sepenuhnya kita kendalikan,” ujar seorang pejabat senior di lingkungan kabinet yang enggan disebutkan namanya. Pendekatan ini mencerminkan kegelisahan New Delhi terhadap pengaruh asing yang menyusup lewat perangkat lunak maupun perangkat keras krusial. India kini berupaya membangun ekosistem teknologi domestik yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pertahanan, R.K. Singh, menekankan pentingnya kemandirian dalam produksi persenjataan. Mengacu pada dinamika konflik terbaru di Ukraina dan Asia Barat, ia menilai ketergantungan pada rantai pasok senjata global bukan lagi pilihan yang aman bagi kedaulatan negara. Ketika perang pecah, negara yang bergantung pada impor senjata sering kali terjebak dalam krisis logistik saat negara pemasok menarik dukungan atau mengalihkan prioritas.

Lindungi Industri Lokal dari Manipulasi

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda