Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

‘Daily cuts… infections’: India’s e-waste workers face toxic health…

e-waste workers
Foto: Jcaravanos / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

NEW DELHI — Pekerja e-waste di India bekerja di ruang sempit, berasap, dan penuh serpihan logam. Di Mustafabad, New Delhi, Mateen Malik memisahkan kabel tembaga dari tumpukan barang elektronik rusak dengan tangan kosong, sementara bau plastik terbakar menempel di dinding workshop yang menghitam.

Di tempat seperti ini, luka kecil bukan hal sepele. Setiap hari ada goresan, infeksi, dan paparan asap beracun yang datang bersama pekerjaan membongkar ponsel, televisi, laptop, dan kabel bekas.

Kerja yang terlihat sederhana, risikonya berat

Malik, yang masih berusia awal 20-an, bekerja sebagai pemilah limbah elektronik informal. Ia tidak punya sarung tangan, masker, atau pelindung lain. Saat kabel sulit dilepas, ia memakai blow torch untuk membongkar perangkat. Cara itu mempercepat pekerjaan, tapi juga melepas zat kimia berbahaya ke udara.

“Kadang proses ekstraksinya sulit, dan saya tidak punya perlengkapan pelindung — tidak ada sarung tangan, tidak ada masker. Sering kali tangan saya juga terbakar. Ini rutinitas dalam pekerjaan kami. Residu kimia juga ada,” kata Malik kepada Al Jazeera. “Tapi saya bergantung pada pekerjaan ini.”

Gambaran yang sama muncul di bengkel lain di kawasan padat itu. Muhammad Faizan, pekerja migran dari Bulandshahr, Uttar Pradesh, membakar kabel berinsulasi untuk mengambil tembaga. Asap hitam tipis naik dari lantai, menempel di langit-langit rendah, sementara ia duduk dari pukul 9 pagi sampai 8 malam.

“Ini pekerjaan berbahaya. Saya duduk di tempat yang sama setiap hari. Saat membongkar elektronik, saya sering terluka di tangan. Saat membakar plastik untuk mengambil logam, saya menghirup asap,” ujarnya kepada Al Jazeera. Upahnya dihitung dari banyaknya logam yang berhasil ia pisahkan. Semakin sedikit hasilnya, semakin kecil bayaran yang dibawa pulang.

India menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah besar

Masalah ini membesar karena volume sampah elektronik India terus naik. Negara itu kini menjadi penghasil e-waste terbesar ketiga di dunia setelah China dan Amerika Serikat. Volume limbah yang didaur ulang juga disebut meningkat hampir 23 persen setiap tahun.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda