PURWAKARTA — Tewasnya seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, memicu respons keras pemerintah daerah. Korban bernama Sumarna (42) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenakan seragam lengkap dengan tangan terborgol ke belakang pada Jumat (24/7/2026).
Peristiwa tragis ini bermula saat rekan kerja korban melakukan pencarian karena Sumarna hilang kontak sejak pukul 03.00 WIB saat sedang bertugas piket malam.
Jasad korban akhirnya ditemukan mengapung dalam posisi telungkup di perairan kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembangkuning, sekitar pukul 11.00 WIB. Temuan ini segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Evaluasi Keamanan Objek Vital
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di kawasan strategis tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah ini krusial untuk mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.
Menurutnya, pengamanan di area objek vital harus diperketat dengan penambahan personel, pemasangan CCTV, serta peningkatan sistem penerangan di lokasi-lokasi rawan.
“Jumlah petugas juga harus disesuaikan dengan luas wilayah serta tingkat kerawanannya,” ujar Saepul Bahri saat mengunjungi rumah duka di Kampung Cikuyak Kidul, Kecamatan Jatiluhur, Minggu (26/7/2026). Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Penyelidikan Polisi Terus Berjalan
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa Polres Purwakarta tengah bekerja keras menganalisis berbagai bukti di lapangan, termasuk rekaman kamera pengawas dan hasil autopsi jenazah.
Di sisi lain, muncul dugaan keterkaitan insiden ini dengan tugas lapangan korban. Warga sekitar lokasi, Warta, menuturkan bahwa sebelum ditemukan tewas, Sumarna diketahui sempat menegur sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan aksi vandalisme di area Tanggul Ubrug. Kaitan antara perselisihan tersebut dan kematian korban kini menjadi salah satu poin yang didalami oleh pihak kepolisian.
Hingga saat ini, pihak berwenang telah mengamankan beberapa barang milik korban, termasuk sepeda motor yang digunakan saat bekerja dan alat komunikasi HT.
Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk menentukan apakah peristiwa ini murni tindak pidana pembunuhan atau terdapat motif lain yang melatarbelakanginya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari penyidik Polres Purwakarta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.