Minggu, 27 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kecelakaan Pesawat Kongo 26 Sept 2026: 14 Tewas 2 Jenderal, Rute Kikwit-Kinshasa

Kecelakaan Pesawat Kongo 26 Sept 2026
Kecelakaan Pesawat Kongo 26 Sept 2026: 14 Tewas 2 Jenderal, Rute Kikwit-Kinshasa. Credit: JournalArta

KENGE, JOURNALARTA.COM – Sebuah pesawat militer Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) jatuh di Kenge, Provinsi Kwango, pada Jumat, 26 September 2026. Insiden nahas ini menewaskan seluruh 14 orang di dalamnya, termasuk dua jenderal senior militer yang merupakan petinggi di struktur peradilan militer negara tersebut.

Kecelakaan terjadi saat pesawat dalam perjalanan kembali ke Kinshasa setelah delegasi resmi militer menyelesaikan kunjungan kerja di Kikwit, kota di barat daya DRC. Saat melintas di atas Kenge, sekitar 200 kilometer timur Kinshasa, pilot melaporkan adanya kerusakan teknis akut. Pilot kemudian berupaya melakukan pendaratan darurat, namun Kenge diketahui tidak memiliki landasan pacu yang memadai. Pesawat akhirnya jatuh ke area permukiman dan langsung terbakar.

Kronologi dan Identitas Korban

Wakil Gubernur Kwango, Remy Saki Bokinda, mengonfirmasi bahwa pesawat itu jatuh ke sebidang tanah kosong atau area permukiman. “Karena tidak ada landasan pendaratan yang tersedia di Kenge, pesawat itu jatuh ke sebidang tanah permukiman,” kata Bokinda.

Juru Bicara Militer Mayor Jenderal Efomi Ekenge menyatakan, “Semua yang berada di dalamnya meninggal; 12 di antaranya terbakar hingga tidak dapat dikenali, sementara jasad pilot ditemukan di luar bangkai pesawat.” Mayor Jenderal Ekenge juga mengonfirmasi total korban tewas adalah 14 orang, setelah sebelumnya sempat beredar angka 13.

Dua jenderal senior yang menjadi korban adalah Letnan Jenderal Mutombo Katalayi Tiende, Kepala Pengadilan Militer Tinggi, dan Letnan Jenderal Bakumi Likulia, Auditor Jenderal Angkatan Bersenjata atau Jaksa Agung Militer. Keduanya merupakan figur kunci dalam hierarki hukum militer DRC. Sisa 12 korban lainnya meliputi staf delegasi, perwira militer (mayor, kapten), serta kru dan anggota delegasi sipil yang turut serta dalam rombongan hukum militer tersebut.

Penyelidikan dan Konteks Nasional

Ketua Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Tryphon Kin-Kiey Mulumba menyatakan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Tim gabungan dari militer dan CAA sedang melakukan investigasi untuk merekonstruksi puing-puing pesawat dan mengamankan lokasi kejadian. Mulumba menegaskan bahwa penyebab kecelakaan ini diduga kuat karena kegagalan teknis.

Pemerintah Kongo secara tegas menyatakan bahwa insiden ini tidak terkait dengan konflik di wilayah timur negara itu. Republik Demokratik Kongo saat ini tengah menghadapi konflik berkepanjangan melawan pemberontak M23/AFC yang didukung Rwanda, yang sejak tahun 2024 telah merebut kota-kota besar di bagian timur. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa kecelakaan ini murni masalah teknis, meskipun waktu kejadiannya tergolong sensitif mengingat kemunduran militer besar yang dialami DRC dalam beberapa tahun terakhir.

Kecelakaan pesawat sering terjadi di DRC. Negara ini memiliki wilayah yang luas dan kaya akan mineral seperti kobalt dan tembaga, namun infrastruktur jalan darat antarprovinsi sangat minim. Akibatnya, delegasi pemerintah dan militer sering mengandalkan transportasi udara menggunakan pesawat kecil atau pesawat carteran. Kehilangan dua petinggi hukum militer secara bersamaan merupakan pukulan telak bagi hierarki peradilan militer DRC, mengingat keduanya terlibat dalam penanganan kasus-kasus kejahatan perang di wilayah timur.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda