Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Sengit dan Penuh Ketegangan: Republik Demokratik Kongo Hadapi Uzbek…

Sengit dan Penuh Ketegangan: Republik Demokratik Kongo Hadapi Uzbek di Piala Dunia 2026
Laga Sengit dan Penuh Ketegangan: Republik Demokratik Kongo Hadapi Uzbek berakhir dramatis 3-1. (Ilustrasi: AI)

ATLANTA — Sejarah baru tercipta di Mercedes-Benz Stadium lewat perjuangan dramatis yang menguras emosi. Duel sengit Republik Demokratik Kongo hadapi Uzbekistan berakhir dengan kemenangan heroik Les Leopards dengan skor telak 3-1. Sempat berada di ujung tanduk akibat gol cepat lawan, wakil Afrika ini menunjukkan mentalitas baja untuk memutarbalikkan prediksi sekaligus menyegel tiket kelolosan ke babak gugur Piala Dunia 2026.

Pertandingan penentu Grup K ini awalnya berjalan seperti mimpi buruk bagi anak asuh Sebastien Desabre. Penyerang andalan Uzbekistan, Eldor Shomurodov, membungkam pendukung Kongo lewat gol cepat pada menit ke-10 setelah memanfaatkan kelengahan koordinasi lini belakang lawan. Namun, Kongo bangkit menggila pada paruh kedua. Yoane Wissa menjadi bintang lapangan lewat dua gol krusialnya pada menit ke-68 dan 90+1, ditambah sundulan tajam Fiston Mayele pada menit ke-78 yang melengkapi malam magis di Atlanta.

Tambahan tiga poin berharga ini menempatkan Kongo di posisi ketiga klasemen akhir Grup K dengan raihan 4 poin. Mereka mendampingi Kolombia dan Portugal yang lolos sebagai dua tim teratas. Keberhasilan ini sekaligus mengubur impian Uzbekistan yang harus finis di dasar klasemen setelah hanya mengemas satu poin dari tiga laga fase grup.

Analisis Taktik Babak Pertama: Low Block Uzbekistan Redam Les Leopards

Uzbekistan memulai laga dengan pendekatan taktis yang sangat pragmatis namun mematikan. Pelatih Srecko Katanec menginstruksikan anak asuhnya untuk langsung menerapkan pertahanan berlapis dengan skema 5-4-1 yang sangat rapat. Strategi ini terbukti jitu pada awal laga. Gol Shomurodov lahir dari skema serangan balik cepat yang memanfaatkan ruang kosong di belakang dua bek tengah Kongo yang terlalu tinggi membantu penyerangan.

Kongo yang tertinggal langsung mengambil alih kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 64 persen. Masalahnya, sirkulasi bola mereka di sepertiga akhir lapangan terlalu lambat dan monoton. Aliran bola dari sektor tengah yang dikomandoi Samuel Moutoussamy kerap menemui jalan buntu. Pertahanan rapat Uzbekistan membuat penyerang sayap Kongo terisolasi di pinggir lapangan.

Kekecewaan Kongo memuncak saat gol penyama kedudukan mereka di menit ke-35 dianulir oleh teknologi semi-otomatis offside (SAOT). Keputusan tersebut sempat meruntuhkan fokus para pemain Kongo hingga babak pertama usai. Skor 1-0 untuk keunggulan Uzbekistan bertahan hingga turun minum.

Reaksi Cerdas Desabre dan Perubahan Dinamika Babak Kedua

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda