Senin, 27 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Melihat Trofi Piala AFF 2026, Bambang Pamungkas Bicara Luka Timnas

Melihat Trofi Piala AFF 2026, Bambang Pamungkas Bicara Luka Timnas
Melihat Trofi Piala AFF 2026, Bambang Pamungkas Bicara Luka Timnas

JAKARTA — Kehadiran trofi ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF di Jakarta dalam rangkaian Trophy Tour menyulut api semangat sekaligus nostalgia bagi publik sepak bola tanah air. Bagi legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, trofi tersebut bukan sekadar pajangan di atas panggung, melainkan pengingat akan luka lama yang belum sembuh total dari kegagalan beruntun di partai final.

Pokok Peristiwa

Pria yang akrab disapa Bepe ini mengakui bahwa nama turnamen tersebut selalu memberikan efek psikologis tersendiri. Meski memiliki sejarah panjang yang pahit, ia tetap memelihara optimisme bahwa tahun ini adalah momentum yang tepat untuk mengakhiri penantian panjang. Era kepelatihan John Herdman menjadi tumpuan harapan baru bagi skuad Garuda.

“Karena beberapa kali kita final tapi enggak pernah juara. Jadi insyaallah tahun ini di bawah John, dengan materi yang cukup baik, dengan banyak pemain-pemain muda yang potensial dan memberikan harapan yang baru, semoga tahun ini bisa menjadi rezeki kita, insyaallah,” ujar Bambang Pamungkas saat ditemui dalam acara tersebut.

Konteks

Dukungan serupa datang dari rekan seangkatannya, Cristian Gonzales. Mantan bomber tajam yang karib disapa El Loco ini menekankan pentingnya mentalitas positif bagi para pemain yang akan berlaga. Kepercayaan diri menjadi modal utama, apalagi bagi John Herdman yang akan melakoni debutnya sebagai nakhoda tim di ajang bergengsi Asia Tenggara ini.

Meski mendukung penuh, Gonzales tak menampik adanya sedikit kekecewaan terkait pemilihan pemain. Ia secara terbuka menyesalkan absennya Ricky Kambuaya dari daftar 26 pemain yang dipanggil Herdman. Baginya, kualitas Kambuaya adalah sesuatu yang seharusnya bisa membantu kedalaman skuad Indonesia.

Dampak dan Langkah Berikutnya

“Saya pikir skuad ini cukup bagus. Semua di Indonesia tahu kualitas mereka. Saya cuma sedih karena enggak dipanggil teman saya, Ricky Kambuaya. Tapi pelatih punya alasan, enggak apa-apa, kita harus tetap support terus,” tutur Gonzales. Menanggapi keresahan tersebut, Bambang Pamungkas menegaskan bahwa pemilihan pemain sepenuhnya adalah hak prerogatif pelatih kepala yang tidak bisa diganggu gugat.

Bagi suporter Indonesia, dinamika ini memberikan gambaran betapa tingginya ekspektasi publik terhadap skuad asuhan John Herdman. Penampilan apik para pemain muda di masa depan, di bawah racikan taktik yang baru, menjadi taruhan besar untuk menghapus label spesialis runner-up yang sudah melekat cukup lama di lemari prestasi Timnas Indonesia.

Harapan publik kini tertuju pada laga-laga pembuka yang akan menjadi tolok ukur kesiapan mental para pemain. Dengan 26 nama yang telah dikunci oleh tim pelatih, Indonesia kini menatap Piala AFF 2026 dengan ambisi besar untuk membawa pulang trofi yang selama ini selalu luput dari genggaman.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda