Sabtu, 12 September 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Tinggalkan Karir Kota, Wanita Ini Ubah Hutan 6 Hektare Jadi Bisnis Rp 5,7 Miliar

Ngo Huynh Trang di tengah hutan melaleuca Ca Mau Eco dengan sampan tradisional dan rumah bersekat latar belakang
Ngo Huynh Trang mengelola Ca Mau Eco, ekowisata di hutan melaleuca seluas lebih dari enam hektare yang kini menghasilkan Rp 5,7 miliar per tahun. (Ilustrasi: AI)

CA MAU — Ngo Huynh Trang meninggalkan jabatannya sebagai kepala administrasi dan sumber daya manusia di sebuah perusahaan besar di Ho Chi Minh City pada 2012. Kini, tiga tahun kemudian, dia mengelola ekowisata Ca Mau yang menghasilkan pendapatan sekitar Rp 5,7 miliar per tahun dari lahan hutan keluarga seluas lebih dari enam hektare.

Pokok Peristiwa

Keputusan Trang untuk pulang ke Ca Mau—provinsi paling selatan Vietnam—dipicu oleh hasrat sederhana: ingin memiliki anak dan membesarkannya di lingkungan yang lebih tenang bersama keluarga. Setelah lulus studi administrasi bisnis tahun 2007, dia menghabiskan lima tahun di perkotaan sebelum memilih jalan berbeda.

Perjalanan menuju Ca Mau Eco tidaklah mulus. Trang pertama kali mencoba beternak buaya menggunakan dana pribadi dan pinjaman bank. Dia bahkan berkeliling luar negeri untuk mempelajari teknik berkembangbiak. Namun bisnis itu hancur—stok induk mengalami masalah, harga buaya jatuh, dan di satu titik seluruh hewan mati dengan kerugian sekitar Rp 570 juta.

Dari kegagalan itu, Trang belajar mencari bisnis yang memanfaatkan potensi lokal. Dia mulai memikirkan enam hektare tanah keluarganya, yang ditumbuhi hutan melaleuca dan perairan terbuka, bersebelahan dengan Taman Nasional U Minh Ha—bagian dari Cagar Biosfer Dunia Mui Ca Mau yang diakui UNESCO pada 2009.

Rencananya awalnya hanya menyewakan lahan. Suatu hari ketika menunjukkan plot kepada calon penyewa, dia bertemu seseorang dengan ide serupa: menjalankan pariwisata. Mereka berdua memutuskan bermitra. Modal Trang dan pinjaman bank mencapai lebih dari Rp 150 miliar untuk proyek ini.

Tanpa pengalaman pariwisata, Trang belajar sambil membangun. Dia menangani sendiri desain setiap komponen—dari perahu sampan tradisional hingga rumah beratap rumbia. Dia bahkan mengikuti kursus memasak untuk melayani tamu. Tidak ingin menggunakan firma desain profesional yang mahal, Trang memilih membangun sedikit demi sedikit agar konsep tetap miliknya.

Konteks

Saat proyek baru 80 persen selesai, mitra Trang menarik modalnya. Sebagian besar investasi sudah tertanam dalam tanah. Dia terpaksa menggunakan dana keluarga untuk melanjutkan. Enam bulan kemudian, Ca Mau Eco dibuka untuk pengunjung sambil tetap dibangun di sekitarnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 12 September 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir