Suasana di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, mendadak riuh oleh tepuk tangan. Senin (27/7/2026) siang, perhatian ratusan legislator Partai Perindo tertuju ke panggung utama saat Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, melayangkan pujian terbuka.
Ia secara khusus menyebut nama Syamsuriansyah, anggota Fraksi Perindo DPRD Kabupaten Lombok Barat, atas dedikasinya dalam mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pujian itu bukan sekadar formalitas. Di hadapan Ketua Majelis Persatuan Partai (MPP) Hary Tanoesoedibjo dan jajaran pengurus pusat, kerja keras fraksi di Lombok Barat dinilai telah memberikan dampak nyata bagi tata kelola anggaran daerah. Bagi Syamsuriansyah, pengakuan dari pucuk pimpinan partai adalah pelecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi di daerah pemilihannya.
Ketelitian Sebelum Paripurna
Kerja nyata itu tidak datang tiba-tiba. Syamsuriansyah bercerita, timnya tidak mau hanya menjadi penonton saat dokumen anggaran masuk ke meja dewan. Mereka membedah setiap pos belanja jauh sebelum palu sidang diketuk dalam rapat paripurna. Strategi ini mereka lakukan agar tidak ada celah anggaran yang melenceng dari kebutuhan mendasar warga Lombok Barat.
“Kami bangga karena kerja kolektif ini terbaca oleh Bu Ketum. Beliau menegaskan di depan Pak Hary Tanoesoedibjo bahwa Fraksi Perindo Lombok Barat benar-benar mengawal APBD sejak awal, dari nol,” ujar Syamsuriansyah saat ditemui di sela-sela agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Perindo 2026.
Baginya, angka-angka dalam APBD bukanlah deretan nominal mati. Di balik setiap rupiah, ada hajat hidup orang banyak yang harus dijaga.
Pembahasan internal pun dilakukan secara maraton. Syamsuriansyah menyebutkan bahwa langkah tersebut krusial agar setiap anggota fraksi memiliki pemahaman mendalam mengenai urgensi program yang diusulkan pemerintah daerah. Mereka tidak ingin sekadar hadir dan setuju tanpa memahami dampak ekonomi dari anggaran tersebut bagi masyarakat kecil.
Konsolidasi Kapasitas Legislator
Bimtek 2026 yang berlangsung di Jakarta ini menjadi wadah krusial. Ratusan anggota dewan dari berbagai daerah berkumpul untuk menyamakan visi. Mereka menukar pengalaman soal hambatan di lapangan, strategi pengawasan, hingga cara melobi kebijakan publik yang pro-rakyat. Bagi Perindo, penguatan kapasitas legislator daerah adalah harga mati untuk menjaga marwah partai di level akar rumput.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.