Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bahlil Pastikan Stok BBM RI di Atas Standar Minimum

Bahlil Pastikan Stok BBM RI di Atas Standar Minimum
Bahlil Pastikan Stok BBM RI di Atas Standar Minimum

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan terkait keamanan pasokan energi nasional di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak mentah, serta LPG saat ini berada di atas standar minimum nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil seusai melakukan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Konflik di wilayah Timur Tengah yang hingga kini belum mereda memang memicu volatilitas harga minyak dunia. Meski pasar global bergerak naik turun, Bahlil memastikan kondisi cadangan energi dalam negeri tetap terjaga dengan baik.

Selain ketahanan pasokan, pemerintah juga menetapkan kebijakan tegas terkait harga energi bagi masyarakat. Bahlil memastikan tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM bersubsidi maupun LPG 3 Kg dalam waktu dekat. Kebijakan ini tetap dipertahankan sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat meski tekanan harga di pasar internasional cukup terasa.

Ketahanan Pasokan dan Efisiensi Distribusi

PT Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa ketahanan stok BBM nasional berada pada level aman, dengan ketersediaan pasokan rata-rata berkisar antara 14 hingga 40 hari.

Khusus untuk jenis bensin Pertalite dan Solar Subsidi, perusahaan memproyeksikan stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari ke depan. Angka ini dipastikan terus dijaga oleh pemerintah melalui optimalisasi distribusi.

Guna mencegah penumpukan di SPBU, pihak Pertamina Patra Niaga telah melakukan langkah taktis. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufiq Aditiyawarman menyatakan bahwa pihaknya mempercepat alur distribusi dari depot menuju titik penyaluran. Upaya ini mencakup penambahan armada angkutan darat dan penambahan jumlah awak mobil tangki (AMT) di sejumlah wilayah yang memiliki mobilitas tinggi.

Khusus untuk kendala distribusi yang sempat dilaporkan di wilayah Sumatra, situasi kini telah berangsur normal. Pertamina berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk menjamin kelancaran truk tangki agar sampai di titik tujuan tepat waktu. Selain penambahan armada, perusahaan juga memperpanjang jam operasional SPBU untuk memastikan akses BBM tetap tersedia bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan.

Fluktuasi Harga Minyak Global

Tantangan energi memang nyata di pasar internasional. Berdasarkan data Refinitiv pada 24 Juli, harga minyak mentah sempat menyentuh angka US$96,78 per barel.

Namun, pada sesi perdagangan Selasa pagi, harga Brent terpantau berada di level US$87,86 per barel, atau turun 0,57% dari penutupan sebelumnya di harga US$88,36 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 0,77% ke level US$81,97 per barel.

Fluktuasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kemandirian energi nasional. Pemerintah saat ini tidak hanya mengandalkan pasokan domestik, tetapi juga terus memperkuat cadangan energi melalui mekanisme kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G).

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian kondisi global yang masih membayangi pasar energi dunia sepanjang tahun ini.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda