Cahaya lampu bakal segera menyala di ribuan rumah yang selama ini gelap gulita saat malam tiba. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan keberhasilan program listrik desa dalam waktu dekat. Kabar ini datang langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah ia menghadap Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pemerintah mencatat ada 1.400 desa yang kini telah teraliri listrik sepanjang tahun 2025. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah buah kerja keras di lapangan yang menjangkau titik-titik terjauh di pelosok Nusantara.
Bahlil menyebut peresmian tersebut sengaja dipatok sebelum tanggal 14 Agustus 2026. Momentumnya pas. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, listrik menjadi kado simbolis bagi warga di pedesaan.
Tantangan Infrastruktur yang Masih Panjang
Meski 1.400 desa sudah menyala, perjalanan masih jauh. Bahlil mengakui masih ada sekitar 11.000 desa yang belum tersentuh jaringan listrik nasional. Pekerjaan rumah ini sangat besar. Pemerintah sadar bahwa pemerataan energi adalah kunci utama untuk memacu ekonomi di daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan dari sentuhan pembangunan.
Bagi warga di desa-desa tersebut, akses listrik bukan sekadar untuk menyalakan lampu ruang tamu. Listrik adalah napas baru bagi produktivitas lokal.
Anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari, mesin-mesin penggilingan padi bisa beroperasi lebih efisien, dan fasilitas kesehatan desa akhirnya bisa menyimpan vaksin atau obat-obatan yang butuh pendingin. Tanpa setrum, impian kemandirian ekonomi desa hanya akan tertahan di mimpi.
Bahlil memastikan bahwa kendala klasik proyek pemerintah, yakni urusan dana, sudah teratasi. Ia menegaskan tidak ada lagi perdebatan soal anggaran untuk program ini. “Mengenai anggaran listrik desa, yang kita lakukan ini adalah program 2025.
Sudah selesai pekerjaannya, jadi nggak lagi kita bicara anggaran karena sudah mau diresmikan,” tegas Bahlil saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan.
Eksekusi Lapangan Jadi Prioritas
Fokus kementerian kini bergeser sepenuhnya ke eksekusi lapangan. Uang sudah tersedia, kontrak sudah berjalan, dan tim teknis di lapangan tinggal memacu kecepatan. Bahkan, untuk tahun 2026 dan 2027, pemerintah sudah mengunci alokasi anggaran khusus untuk elektrifikasi pedesaan. Tidak ada alasan untuk melambat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.