FLORHAM PARK, N.J. — Geno Smith menyesalkan polemik di luar lapangan yang, menurut dia, sempat mengganggu “positive momentum” New York Jets pada musim panas ini. Quarterback Jets itu berbicara untuk pertama kalinya pada Selasa, tepat saat para veteran melapor ke training camp.
Smith, 35, menyinggung persoalan yang viral di media sosial setelah ia terlibat dispute bulan lalu dengan mantan kekasihnya. Investigasi kepolisian berakhir tanpa penangkapan dan tanpa dakwaan. Tapi jejaknya terlanjur meluas. Nama Smith sempat memenuhi percakapan publik, dan tim pun ikut terseret ke dalam riuh yang tak mereka cari.
Geno Smith dan beban momentum Jets
“I really hate the fact that something I was a part of could’ve been a distraction for this team, my teammates and this organization because a lot of hard work has been put in,” kata Smith. Ia menambahkan bahwa banyak pemain sudah bekerja keras agar tim berada di posisi yang baik.
“A lot of guys have put in a lot of work for us to be in a good spot as a team. I’m happy that I’m able to put this behind me. I’m looking forward to moving forward.”
Ucapan itu jadi penanda penting bagi Jets. Klub datang ke kamp latihan dengan harapan menjaga ritme positif dari offseason, lalu mendapati salah satu pemain utamanya harus menjawab pertanyaan tentang urusan pribadi.
Dalam olahraga profesional, momen seperti ini sering terasa kecil di luar ruang ganti, tapi di dalam tim efeknya bisa besar. Fokus pecah. Ritme terganggu. Dan persiapan pun ikut terbawa suasana.
Smith mengatakan ia sudah membahas persoalan itu dengan pelatih Aaron Glenn, general manager Darren Mougey, dan para pemimpin veteran tim. Ia tak merinci isi pembicaraan. Namun, nada yang ia pilih jelas: ingin menutup bab itu dan menatap latihan hari Rabu serta musim yang menunggu di depan.
Kepindahan Smith ke Jets pada Maret, lewat pertukaran dengan Las Vegas Raiders, juga memberi lapisan cerita lain. Ia pernah menjadi pilihan putaran kedua Jets pada 2013, lalu tampil sebagai starter sejak awal. Kini, setelah kembali mengenakan seragam yang sama, ia menyebut dirinya lebih matang dibanding masa pertamanya di New York.
“I’m so excited, I can’t describe how excited I am,” ujarnya.
Di ruang ganti, dukungan datang dari sesama pemimpin tim. Linebacker Demario Davis mengonfirmasi bahwa ia juga sudah berbicara dengan Smith soal tudingan di luar lapangan. “We have a tight brotherhood in this locker room,” kata Davis. “Nobody is operating in a silo on this team, and we need that.
People need space where they can have people they know and trust that will protect them the right way.”
Soal dampak ke Jets, inilah yang paling terasa: tim harus menjaga ruang ganti tetap tenang saat sorotan justru bergerak ke hal yang tidak berkaitan dengan performa di lapangan. Bagi pemain, itu berarti latihan tetap jalan. Bagi staf pelatih, pesan harus konsisten. Bagi organisasi, satu isu pribadi bisa berubah jadi ujian kecil untuk disiplin internal dan kepercayaan antarpemain.
Di sisi administratif, Jets juga mengumumkan dua perpindahan roster. Edge defender Joseph Ossai ditempatkan di physically unable to perform list, sementara wide receiver Tim Patrick dicoret dari PUP list setelah lolos tes fisik.
Pergerakan seperti ini biasa terjadi di awal kamp, tetapi tetap penting karena menentukan siapa yang langsung siap ikut kerja penuh sejak hari-hari pertama persiapan musim.
Smith sendiri memilih menatap ke depan. “I’m looking forward to moving forward,” katanya. Itu kalimat sederhana, tapi buat Jets, pesan terpenting justru ada di sana: latihan harus lanjut, suara luar harus dikecilkan, dan hari Rabu menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa gangguan ini tidak mengubah arah tim.
“We have a tight brotherhood in this locker room,” tegas Demario Davis.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.