Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

John Ternus Pimpin Peluncuran iPhone Lipat Terbaru Apple

iPhone lipat terbaru Apple yang diperkenalkan di bawah kepemimpinan John Ternus
Peluncuran produk iPhone lipat terbaru menandai era baru di bawah kepemimpinan CEO John Ternus. (Ilustrasi: AI)

Panggung Apple Park di Cupertino mendadak senyap sebelum riuh tepuk tangan pecah pada Rabu (9/9/2026). John Ternus melangkah ke tengah panggung, memegang perangkat tipis yang kemudian ia lipat dengan gerakan halus. Inilah debut perdana Ternus sebagai CEO Apple, sekaligus momen pembuktian bagi iPhone Duo, ponsel lipat pertama dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Peluncuran ini bukan sekadar pamer gawai baru. Bagi para analis dan investor, iPhone Duo adalah pertaruhan besar untuk membuktikan Apple belum kehilangan taring inovasinya di tengah gempuran kompetitor. Apple butuh penyegaran besar, dan Ternus membawa itu langsung di hari-hari pertamanya memimpin perusahaan.

Sinyal Strategi Baru Apple

Mandeep Singh, analis dari Bloomberg Intelligence, mengamati perubahan arah desain yang cukup drastis ini. Dalam perbincangannya dengan Ed Ludlow, Singh menilai transisi strategi perangkat seluler Apple kini lebih agresif. Mereka tak lagi sekadar bermain aman di desain yang sudah mapan.

iPhone Duo diposisikan sebagai jagoan di pasar premium, mencoba menarik minat pengguna yang mendambakan layar lebar dalam genggaman ringkas.

John Ternus punya beban berat. Ia harus memastikan transisi kepemimpinan ini tak memicu guncangan internal maupun penurunan performa di bursa saham. Sejauh ini, pasar bereaksi cukup tenang, meski banyak yang menanti bagaimana daya tahan layar lipat tersebut saat digunakan dalam jangka waktu lama.

Gejolak Ekonomi dan Istilah C-Shaped

Di balik gemerlap peluncuran iPhone Duo, dinamika ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Diskusi mengenai nasib ekonomi dunia bahkan mengalahkan narasi teknologi di beberapa forum investor. Peter Atwater, sosok yang tenar lewat teori ‘K-Shaped Economy’, baru saja merespons pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent terkait kondisi ekonomi terkini.

Bessent melontarkan istilah ‘C-Shaped’ untuk menggambarkan kondisi ekonomi saat ini. Istilah ini memicu perdebatan panjang di lantai bursa. Banyak pelaku pasar yang mencoba mengartikan apa maksud di balik label baru tersebut. Bagi rakyat biasa, istilah ekonomi mungkin terdengar rumit, namun dampaknya nyata terasa hingga ke dompet dan rencana masa depan keluarga.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 10 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis