JAKARTA — mata-mata CIA Xerox ternyata berangkat dari sebuah mesin fotokopi yang tampak biasa saja. Dalam kisah yang dilaporkan TechRadar Pro, rencana itu berkaitan dengan upaya CIA mengambil dokumen rahasia dari agen KGB yang tidak sadar sedang diawasi.
Operasi yang disebut terjadi pada 1963 itu melibatkan Xerox 914, mesin fotokopi pertama Xerox yang sukses secara komersial, meski punya reputasi suka terbakar. Di balik mesin besar itu, menurut laporan tersebut, CIA dan para insinyur Xerox menyusun cara agar dokumen yang dipotret bisa terekam tanpa menarik perhatian siapa pun di ruang kerja diplomatik Soviet di Washington DC.
Mata-mata CIA Xerox dan cara kamera disembunyikan
Menurut kisah yang dikutip dari artikel Dawn Stover di Popular Science Vol. 250, Issue 1, ide awalnya muncul di New York. Donald Cary, kepala program pemerintah Xerox, bertemu dengan empat insinyur di sebuah arena bowling yang sudah tidak dipakai. Mereka adalah Douglas Webb, Kent Hemphill, James Young, dan Ray Zoppoth, sosok berusia 36 tahun yang sangat paham seluk-beluk Xerox 914.
Dari sanalah lahir gagasan memasang kamera bertenaga baterai di dalam fotokopi. Zoppoth disebut mengusulkan kamera home-movie dengan lensa zoom, diarahkan ke cermin yang memantulkan gambar ke drum mesin. Sebuah photocell akan memicu kamera setiap kali mesin menyala. Dengan cara itu, setiap dokumen yang disalin bisa ikut terekam.
Rencana itu kemudian diuji di kampus Xerox di New York dengan memasang kamera Bell & Howell 8mm di dalam mesin. Ukuran Xerox 914 yang besar justru membantu operasi itu. Panel servis tetap bisa dibuka, tapi kamera tetap tersembunyi. Suara mesin yang berisik juga menutup bunyi kamera. Tak ada yang curiga.
“When we developed the pictures, we found recipes and copies of music and cartoons and jokes and all kinds of things,” kata Ray Zoppoth kepada Popular Science.
Dari kampus Xerox ke kedutaan Soviet
Setelah uji coba berhasil, Zoppoth disebut dibawa ke gedung CIA di ruang bawah tanah yang dijuluki “Disneyland East”. Di sana, ia menunjukkan cara memasang kamera di Xerox 914. CIA lalu melatih teknisi resmi kedutaan untuk memasang kamera dan mengambil film pada kunjungan berikutnya. Teknisi itu kemudian masuk ke Kedutaan Soviet dengan tas perkakas, seolah-olah hanya datang untuk perawatan rutin.
Bagian paling menariknya ada di sini. Mesin yang selama ini dianggap alat kantor biasa justru berubah jadi titik lemah keamanan. Dalam lingkungan yang penuh pengawasan, kamera kecil di balik panel fotokopi bisa bekerja tanpa menimbulkan kecurigaan. Dan bila cerita itu benar, CIA mendapat akses ke dokumen yang keluar-masuk mesin setiap kali ada orang menekan tombol salin.
Popular Science menyebut CIA tidak pernah mengonfirmasi maupun membantah cerita itu. Satu-satunya jejak yang tersedia datang dari laporan tahun 1997 dan pengakuan Zoppoth, yang kemudian didukung koleganya tanpa bersedia berbicara resmi. Dengan kata lain, detail operasi ini tetap berada di wilayah yang sangat tertutup.
Kenapa kisah ini masih relevan sekarang
Kisah mata-mata CIA Xerox terasa tua, tapi masalah yang dibawanya masih hidup. Laporan TechRadar Pro menekankan bahwa kekhawatiran soal perangkat kantor bukan perkara baru. Dulu, mesin fotokopi bisa jadi alat intelijen. Sekarang, orang lebih sering khawatir soal ponsel, CCTV, atau laptop yang menuntut perlindungan privasi tambahan.
Artinya, risiko keamanan tidak selalu datang dari perangkat yang terlihat canggih. Kadang justru dari benda paling biasa di ruangan. Mesin fotokopi, printer, pemindai. Semua bisa menyimpan celah kalau dipakai dalam lingkungan yang sensitif. Cerita ini juga menunjukkan betapa awalnya paranoia digital yang kini akrab di kantor modern.
Menjelang akhir cerita, Xerox bahkan disebut kembali dimintai bantuan untuk menanam kamera di Xerox 813, model yang lebih ramping dan dipakai kementerian, lembaga, serta kantor diplomatik di berbagai negara. Jika kisah itu akurat, maka operasi tersebut bukan sekadar eksperimen unik.
Ia menjadi pengingat bahwa alat kerja paling membosankan sekalipun bisa berubah menjadi ancaman keamanan yang serius.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.