Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Cara Analisa Teknikal Crypto untuk Pemula: Biar Gak Asal Buy

analisa teknikal crypto support resistance rsi
Cara Analisa Teknikal Crypto untuk Pemula: Biar Gak Asal Buy. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Berinvestasi di pasar kripto tanpa memahami Analisa Teknikal (TA) sering diibaratkan seperti berjudi. Analisa Teknikal menjadi alat fundamental bagi investor pemula untuk membaca pergerakan grafik harga dan memprediksi potensi kenaikan atau penurunan harga aset. Tak perlu keahlian matematika tingkat tinggi, cukup kuasai tiga indikator utama ini untuk memulai.

Analisa Teknikal adalah metode memprediksi pergerakan harga di masa depan dengan menganalisis data historis pergerakan harga di masa lalu. Prinsip dasarnya adalah “history repeats itself“, yang berarti pola harga cenderung berulang. Dengan memahami pola ini, investor bisa mengambil keputusan yang lebih terinformasi.

Apa Itu Analisa Teknikal?

Secara sederhana, Analisa Teknikal berfokus pada studi grafik harga, volume perdagangan, dan indikator-indikator lainnya untuk mengidentifikasi tren dan pola. Tujuannya adalah mencari peluang beli atau jual yang menguntungkan. Daripada terpaku pada berita atau rumor, TA mengajarkan untuk fokus pada data pasar yang konkret.

3 Indikator Wajib untuk Pemula dalam Analisa Teknikal Kripto

Ada banyak indikator dalam Analisa Teknikal, namun tiga berikut ini sangat direkomendasikan untuk pemula karena kesederhanaan dan efektivitasnya:

1. Support & Resistance

Support adalah level harga di mana tekanan beli cukup kuat untuk menghentikan penurunan harga dan membalikkannya ke atas, sering diibaratkan sebagai “lantai” harga. Sebaliknya, Resistance adalah level harga di mana tekanan jual cukup kuat untuk menghentikan kenaikan harga dan membalikkannya ke bawah, atau “plafon” harga. Strategi dasarnya adalah membeli saat harga mendekati level Support dan menjual saat harga mendekati level Resistance.

2. Moving Average (MA)

Moving Average adalah garis rata-rata harga suatu aset selama periode waktu tertentu. Umumnya, MA 50 (rata-rata harga 50 periode terakhir) dan MA 200 (rata-rata harga 200 periode terakhir) digunakan untuk melihat tren jangka pendek dan panjang. Dua sinyal penting dari MA adalah:

  • Golden Cross: Terjadi ketika garis MA 50 memotong MA 200 dari bawah ke atas. Ini sering dianggap sebagai sinyal beli yang menunjukkan potensi tren naik.
  • Death Cross: Terjadi ketika garis MA 50 memotong MA 200 dari atas ke bawah. Ini sering dianggap sebagai sinyal jual yang menunjukkan potensi tren turun.
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda