Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, menjadi saksi titik terang sengketa ketenagakerjaan yang sempat memanas di lingkungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima langsung perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN-SGN) pada Rabu siang.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan babak penentuan untuk mengurai kebuntuan tuntutan ribuan karyawan yang selama ini mengganjal hubungan kerja di perusahaan tersebut.
Kehadiran para wakil buruh di Senayan adalah kelanjutan dari rangkaian proses mediasi yang sudah berlangsung alot sejak pekan lalu. DPR RI melalui Komisi VI turun tangan menjadi penengah agar manajemen perusahaan dan serikat pekerja tidak terus-terusan berjalan di jalur yang berseberangan.
Selain Dasco, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini serta Anggota Komisi VI Nasim Khan tampak duduk satu meja dengan perwakilan pekerja, memastikan setiap keluhan didengar dan langsung dicarikan jalan keluarnya.
Dua Poin krusial
Suasana ruang rapat berubah mencair setelah perdebatan panjang mengenai dua tuntutan utama karyawan akhirnya menemui kesepakatan. Para pekerja menuntut kejelasan soal bonus tahunan dan harmonisasi standar kerja yang dinilai belum merata.
Selama ini, isu tersebut menjadi ganjalan besar bagi produktivitas di lapangan. Kini, pihak manajemen SGN telah menerima draf kesepakatan yang disusun bersama para wakil pekerja tersebut.
Anggia Ermarini menegaskan bahwa komitmen DPR adalah menjaga ritme perusahaan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak dasar tenaga kerja. Ia menyebut proses ini sebagai langkah konkret menjembatani kepentingan dua kubu. Tidak ada lagi ganjalan berarti.
Manajemen PT SGN sekarang tengah memproses kesepakatan tersebut untuk segera diimplementasikan dalam kebijakan internal perusahaan. Baginya, komunikasi adalah kunci utama meredam gejolak yang mungkin terjadi di masa depan.
Penyelesaian sengketa di meja perundingan ini dianggap sebagai kemenangan bagi semua pihak. Karyawan mendapatkan kepastian haknya, sementara perusahaan bisa kembali fokus pada target operasional. “Penyelesaian ini menjadi kabar baik bagi karyawan SGN. Aspirasi mereka telah diterima dan sedang diproses oleh manajemen,” tutur Anggia di sela-sela pertemuan.
Harapan Baru di Lapangan
Ketua Umum SPBUN-SGN, M Rofi, tidak menyembunyikan rasa lega setelah audiensi berakhir. Mewakili rekan-rekannya di seluruh unit kerja SGN, ia menyampaikan terima kasih atas intervensi pimpinan dan anggota dewan yang dianggap sangat objektif. Baginya, kehadiran sosok seperti Dasco dan jajaran Komisi VI memberikan jaminan bahwa suara buruh perkebunan tidak terabaikan di tingkat nasional.
Optimisme Rofi bukan tanpa alasan. Ia menyebut bahwa kesepakatan ini bakal berdampak langsung pada kesejahteraan anggota serikat. Saat hak-hak dasar sudah terpenuhi, motivasi kerja tentu akan melonjak. Tidak ada lagi energi yang terbuang untuk aksi protes atau mogok kerja yang justru merugikan laju produksi gula nasional.
Kini, bola panas berada di tangan manajemen untuk mengeksekusi janji-janji yang telah disepakati di depan pimpinan DPR. Para pekerja di lapangan, menurut Rofi, sudah menyatakan kesiapan penuh untuk tancap gas. Mereka ingin membuktikan bahwa stabilitas hubungan kerja akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas panen dan pengolahan tebu.
Efek domino dari kesepakatan ini cukup besar bagi sektor pangan. PT SGN merupakan pemain kunci dalam target swasembada gula pemerintah.
Dengan selesainya gesekan internal ini, perusahaan diharapkan mampu mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui produksi bioetanol berbasis tebu.
Fokus utama mereka sekarang kembali ke kebun dan pabrik, mengejar target produksi yang sempat terganggu oleh ketidakpastian nasib karyawan. Kedepannya, komisi VI berjanji tetap memantau realisasi kesepakatan ini agar janji manajemen benar-benar dirasakan manfaatnya di tingkat tapak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.