Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Diperkirakan Unjuk Gigi Awali Pekan Ini

IHSG Diperkirakan Unjuk Gigi Awali Pekan Ini
IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan pada hari ini (13/7), meski risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan. (

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melanjutkan tren positif pada pembukaan perdagangan Senin (13/7). Setelah menutup pekan lalu dengan penguatan tipis, pelaku pasar kini menanti apakah indeks mampu menembus level resistensi kunci untuk menjaga momentum kenaikan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7), IHSG berakhir di level 5.942. Indeks membukukan kenaikan 11,91 poin atau sebesar 0,20 persen. Data RTI Infokom mencatat total transaksi mencapai Rp8,85 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 18,51 miliar unit. Sebanyak 364 saham tercatat menghijau, sementara 241 saham melemah dan 185 sisanya stagnan.

Analisis Teknis Pasar

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, potensi penguatan indeks masih terbuka lebar. Meski begitu, investor diminta tetap waspada terhadap risiko koreksi jangka pendek yang mungkin terjadi kapan saja.

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.083-6.203. Namun, tetap cermati peluang koreksi ke kisaran 5.752-5.797,” ujar Herditya dalam riset hariannya. Berdasarkan hitungan teknikalnya, ia menempatkan level support di 5.486 dan 5.317, sedangkan level resistance berada di angka 6.007 hingga 6.286.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memiliki pandangan serupa namun dengan penekanan pada titik krusial. Menurutnya, keberhasilan indeks melewati level 5.965 akan menjadi penentu utama arah pasar hari ini. “Jika berhasil melewati 5.965, IHSG berpotensi menguat menuju area 6.051-6.083. Namun jika gagal menembus level tersebut, indeks diperkirakan terkoreksi ke 5.797,” kata Ivan.

Dampak bagi Investor

Bagi pelaku pasar ritel maupun institusi, pergerakan IHSG awal pekan ini menjadi sinyal penting untuk menentukan strategi portofolio.

Jika indeks mampu mempertahankan kenaikan di atas level psikologis 6.000, kepercayaan investor kemungkinan besar akan meningkat, mendorong masuknya aliran modal ke saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sebaliknya, koreksi tajam di bawah level 5.800 bisa memicu aksi ambil untung lebih luas.

Herditya merekomendasikan investor untuk memantau pergerakan ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG. Sementara itu, Ivan menyodorkan daftar saham pilihan yang mencakup AMRT, ANTM, BUMI, dan EMTK untuk dicermati sepanjang hari ini.

Perlu diingat, fluktuasi pasar modal sangat dipengaruhi oleh sentimen domestik maupun global. Seluruh keputusan transaksi saham sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing, sehingga disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda